Muhammadiyah Bersama PGI Bahas Persoalan Kesenjangan Ekonomi Hingga Politik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 04 Agustus 2017 08:46 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Kunjungan yang dilakukan Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke Kantor Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Kamis (3/8) kemarin, membahas sejumlah agenda kebangsaan. Kunjungan yang disambut langsung oleh Ketua Umum PGI, Henriette T. Hutabarat Lebang itu berlangsung hangat dan kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut Henriette mengungkapkan kekhawatirannya terkait permasalahan bangsa saai ini, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, ia mensinyalir beberapa pihak akan kembali mengangkat isu agama.

“Seandainya isu seperti ini terjadi, kita harus bangun kerjasama yang kuat karena  persoalan kita dan keprihatinan kita sama dan harapannya kedepan akan lebih banyak lagi (kerjasama, red) dalam rangka menyambut pilpres, terutama persoalan yangg berhubungan dengan politik dan juga terkait kesenjangan ekonomi,” imbuhnya.

Henriette juga menyinggung persoalan lainnya seperti PERPPU ormas yang beberapa waktu lalu disahkan oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya ada hal-hal yang perlu dikritisi mengenai PERPPU ini, perlu ada kriteria yang jelas mana ormas yang pancasilais dan anti pancasila.

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memandang bahwa penyelenggaraan pemilu di negeri ini masih jauh dari berkualitas. “Jadi kepentingan bersama demokrasi ini menjadi peran bersama dari kekuatan umat beragama,” kata Haedar

Berkaitan dengan mafia ekonomi yang sekarang ini terus menciptakan kesenjangan di masyarakat, Haedar berpendapat bahwa jika kekuatan masyarakat seperti tidak bersatu dan membawa misi kenabian,  maka para mafia akan terus mencengkram dan lewat tangan-tangan politik yang pragmatis akan terus memainkan peran yg luar biasa. 

“Beban negara sangat berat sehingga tidak punya kekuatan yang mencukupi menghadapi para mafia.  Karena pada saat yang sama sudah masuk pada lini struktur di kekuasaaan dan partai. Maka kita harus mawas agar mereka tidak bisa masuk ke ormas keagaamaan dan kalau sampai masuk ini akan sangat berbahaya,” tambah Haedar. 

Dalam pertemuan itu Haedar hadir bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dan Ketua Majelis Ekonomi PP ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar serta jajaran pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah lainnya. (raipan)

Shared:
Shared:
1