Toleransi dan Negosiasi Modal Utama dalam Keberagaman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 03 Agustus 2017 10:08 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOREJO – Dalam rangka memberikan pemahaman akan keberagaman organisasi massa Islam kepada warga Muhammadiyah, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LHKP PDM) Kabupaten Purworejo selenggarakan dialog interaktif yang diselengarakan di Ruang Seminar Kampus Timur Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo, pada Senin (31/7).

Dialog kali ini membahas karakter dan keberagaman organisasi massa Islam di Indonesia,  yang mengundang Ahmad Kasinu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo.

“Agenda ini merupakan agenda perdana yang kami selenggarakan untuk dapat memberikan pemahaman akan pentingnya berorganisasi dengan toleransi dan negosiasi. Keduanya menentukan perjuangan visi-misi organisasi” ungkap Khabib Sholeh Ketua LHKP PDM Purworejo.

Disamping itu, Kasinu menjelaskan bahwa analisis potensi sumber daya manusia yang pada tahun 2045 akan mendapatkan bonus demografi. Dimana usia produktif lebih banyak dari pada usia yang sudah lanjut.”Bonus demografi sumber daya manusia tersebut ada 3 kemungkinan yakni semakin jaya, tak ada pengaruh dan tenggelam ditelan zaman jikalau tidak dipersiapkan dengan baik” terang Kasinu.

“Oleh karena itu, kita perlu saling menghormati, toleransi, dan negoisasi dalam menyikapi kondisi tersebut sebagai cara berdampingan dalam keberagaman,” jelasnya.

Tambahnya,  tidak hanya itu kita juga memiliki hak dan tugas dalam menghadapi tantangan yang harus ditangkal yakni persoalaan yang merusak generasi muda seperti pornografi, narkoba, minuman kerasnya dan yang lain-lainnya.

“Terkait dengan beberapa kebijakan yang menyentuh umat muslim, maka untuk bisa mengawal sesuai dengan track-nya umat Islam haruslah ikut turun ke politik. Sehingga aspirasi-aspirasinya dapat diwujudkan serta tidak mengucilkan umat ini,” tutupnya. (tuti)

Kontributor: Akhmad Musdani

 

Shared:
Shared:
1