UMY Terjunkan 2999 Mahasiswa untuk Mengabdi ke 86 Desa Tertinggal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 01 Agustus 2017 14:59 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Sebanyak 2999 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi dilepas dan diterjukan dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik periode 2016-2017 pada Selasa (1/8) di Sportorium Kampus Terpadu UMY. Pelepasan KKN bertajuk “Melayani Sesama, Mewujudkan Masyarakat Berdaya” tersebut dipimpin oleh Sukamta selaku Wakil Rektor UMY Bidang Akademik dan ditandai dengan pemukulan Gong. 

Mahasiswa yang diterjunkan tersebut akan disebar ke 86 desa dari total 43 Kecamatan di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Jumlah mahasiswa KKN yang diterjunkan kali ini juga merupakan yang terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya. 

Dalam sambutannya Sukamta, mengatakan bahwa mahasiswa yang akan mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan KKN ini harus bisa mengetahui kondisi masyarakat.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa KKN setelah terjun ke masyarakat. Seperti cara berkomunikasi dengan baik, mengaplikasikan ilmu sesuai dengan bidangnya masing-masing, bertindak professional serta mengerti dengan keadaan masyarakat. Untuk itu program kerja yang telah disusun harus dilakukan secara optimal. Apapun yang menjadi kegiatan KKN, harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, serta yang paling penting menjaga nama baik UMY selama berbaur dengan masyarakat,” papar Sukamta.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY Gatot Supangkat. Ia menuturkan, mahasiswa KKN akan ditempatkan di  Sembilan kabupaten atau kota Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah seperti daerah Bantul, Sleman, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Klaten, Magelang, Purworejo, dan Boyolali.

“Mahasiwa yang akan menjalani KKN sebelumnya telah diberikan pembekalan baik secara filosofis maupun konseptual. Untuk itu secara tidak langsung mahasiswa sedang melakukan pengembangan individu, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan institusi. Kemudian kegiatan KKN juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari catur darma perguruan tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat. Sehingga kegiatan ini akan menjadi pintu dakwah UMY khususnya Muhammadiyah untuk berkontribusi secara optimal kepada masyarakat,” ujar Gatot.

Sri Mulyani, selaku Kepala Bidang Sosial dan Budaya Badan Perencanaan Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (Bappeda DIY) juga menyampaikan bahwa beberapa wilayah di DIY masih banyak masyarakat yang berada dalam kondisi pra sejahtera. Hal ini merupakan dampak dari adanya ketimpangan wilayah yang disebabkan dari perbedaan sumberdaya alam dan kondisi geografi yang terdapat pada masing -masing wilayah.

“Maka saya menekankan kepada mahasiswa yang akan berbaur dengan masyarakat melalui kegiatan KKN, diusahakan untuk memaksimal komunikasi dengan pemerintah setempat. Karena akan banyak informasi yang sifatnya data atau informasi untuk menjadi salah satu dasar guna pemberdayaan manusia dan membuat program kerja. Selanjutnya, pengurangan kemiskinan menjadi fokus utama Bappeda DIY. Sehingga melalui kegiatan KKN UMY diharapkan bisa menjadi salah satu bagian dari pengurangan kemiskinan baik dengan pengembangan ekonomi masyarakat atau pemberdayaan. Saya sampaikan juga agar kalian bisa menjalankan tugas secara bertanggungjawab dan maksimal. Kemudian harus menjadi agen perubahan serta mempunyai inovasi untuk diterapkan di lokasi KKN,” tandas Sri.

Selain menerjunkan 2999 mahasiswa KKN tematik, tahun ini UMY telah menerjukan mahasiswa untuk melakukan kegiatan KKN Mubaligh Hijrah dengan jumlah 278 mahasiswa, KKN di wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T) 148 mahasiwa, serta hibah dikti dengan  35 mahasiswa. (Sumali/BHP UMY)

Shared:
Shared:
1