Universitas Muhammadiyah Palu Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Lulusan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 01 Agustus 2017 11:34 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PALU – Universitas Muhammadiyah (UM) Palu pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2017, menggelar workshop Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi (KPT) berorientasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Kegiatan tersebut dipusatkan di aula Rektorat Unismuh Palu yang diikuti oleh para pimpinan fakultas dan program studi di jajaran Unismuh Palu.

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Unismuh Palu Rajindra, menghadirkan dua narasumber dari Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, guru besar Unismuh Makassar yang juga Rektor dua periode Unismuh Makassar, dan Noor Rachman Hadjam, akademisi asal Universitas Gadjah Mada Yogjakarta.

Rajindra, dalam arahannya mengatakan, bahwa KPT merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. “Maka itulah, KPT harus berorientasi pada KKNI,” jelasnya.

Kembali dilanjutkan Rajindra, dengan diterapkannya KPT berorientasi KKNI di Unismuh Palu, maka diharapkan kedepan, Unismuh Palu dapat meningkatkan mutu pembelajaran, yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan.

Kegiatan tersebut, lanjut Rajindra, membuat setiap program studi di Unismuh Palu dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan di bidang penyusunan kurikulum masing-masing. “Workshop ini juga dapat memotret permasalahan yang dapat menghambat implementasi kurikulum KKNI di Unismuh Palu, sehingga solusinya akan dipecahkan bersama-sama,” jelasnya.

Output workshop tersebut diharapkan dapat menghasillkan kurikulum yang berkualitas di Unismuh Palu, sesuai harapan Majelis Dikti PP Muhammdiyah dan Kemeterian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Dalam menghadapi tantangan dan persaingan global, dibutuhkan kualitas yang baik, maka itulah Unismuh Palu harus siap,” jelas Rektor.

Selain itu, Unismuh Palu juga akan mengembangkan Kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) untuk memperkokoh keberagamaan generasi muda Indonesia. “Selain metode tatap muka, juga akan ada diskusi kelompok, kajian agama, dan pelatihan, untuk mendorong terciptanya generasi yang tidak hanya berprestasi dalam ilmu duniawi, tetapi juga kokoh dalam beragama,” pungkasnya.

Sumber: Fery El

 

Shared:
Shared:
1