Kalahkan ITS, ITB, dan UGM, UM Malang Juarai Kontes Jembatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 11 April 2011 23:36 WIB

 

Malang- Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi. Kali ini tim mahasiswa dari Teknik Sipil meraih juara II kontes jembatan dalam ajang Civil Expo 2011 yang diselenggarakan ITS, Sabtu (2/04). UMM mengalahkan tim tuan rumah dan beberapa universitas ternama, seperti ITB, UGM, UI, UB. Secara mengejutkan, juara I juga diraih PTS, yakni tim dari Universitas Bhayangkara. Sedangkan juara III disandang tim Polinema.

Sementara itu posisi juara harapan I Poltek Negeri Jakarta, Harapan II Universitas Gunadarma dan III diraih ITS. Kontes berlangsung di di Grand City Mall Surabaya.
 
Pembina tim Teknik Sipil UMM, Ir. Khoirul Abadi, MT, menyatakan timnya hanya menurunkan satu tim. Ini berbeda dengan universitas lain yang kebanyakan membawa minimal dua karya. Namun, mental juara yang selama ini menjadi semangat mahasiswa UMM mampu membangkitkan semangat optimismenya.

“Mereka masih semester IV, belum mendapatkan perkuliahan jembatan. Tetapi berkat ilmu-ilmu dasarnya yang dikembangkan dan pembinaan yang baik, tim kita sanggup bekerja keras dan menang,” kata Khoriul seraya mengucap syukur.
 
Tim FT UMM terdiri dari Rusandi Noor, Beni Ksatria dan Nika Nurkhansana. Tim ini menamakan dirinya sebagai “3 Gishi” yang berarti 3 insinyur dalam bahasa Jepang. “Nama ini tidak sengaja kami temukan ketika kami sedang membuka kamus bahasa Jepang,” kata Beni tentang nama timnya itu. Sedangkan jembatan yang dibuat diberi nama Gakusei yang berarti jembatan.
 
Untuk menilai hasil karya peserta kontes, ITS mengundang tiga orang juri dari berbagai kalangan. Dari kalangan kampus Ir. Ananto Sukmono (ITS), dari perusahaan, Ir. Djpoko Irawan, MS (Semen Gresik) dan Ir. I Made Sukartha, CES (Kementerian Pekerjaan Umum).

Kemenanangan FT UMM ini tak mengherankan sebab tradisi juara memang sudah menjadi mentalitas mahasiswanya. Sebelumnya, UMM dikenal sebagai kampus paling produktif menggondol juara untuk kontes jembatan tingkat nasional.

“Sejak tahun 2008, 2009 dan 2010, kami selalu meraih juara di KJI (Kontes Jembatan Indonesia). Tentu saja kami harus menjaga konsistensi juara ini dengan pembinaan sebaik mungkin,” terang dosen pembina Teknik Sipil UMM, Zamzani Septiropa, ST. MT. Pihaknya bertekad akan menjadikan fakultasnya tetap terdepan walau harus bersaing dengan perguruan tinggi teknik negeri sekalipun. (www.umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1