UMM Perkuat International Benchmarking

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 31 Juli 2017 11:22 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkembang. Saat ini, PPs telah memiliki 11 program magister dan tiga program doktor. Selain peningkatkan kuantitas, aspek kualitas akademik juga menjadi perhatian, utamanya melalui perluasan jejaring dan international benchmarking.

Program magister PPs UMM terdiri dari Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Sosiologi, Magister Manajemen, Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Magister Pendidikan Matematika, Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Magister Agribisnis, Magister Hukum, Magister Psikologi Sains, dan Magister Psikologi Profesi.

Sementara program doktor terdiri dari, Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Doktor Pendidikan Agama Islam, dan Doktor Ilmu Pertanian. Mata kuliah yang ditempuh mahasiswa Magister antara 42-48 SKS dengan masa studi 4-8 semester, sedangkan Program Doktor 46-52 SKS dengan masa studi 6-10 semester.

Untuk gelombang kedua, pendaftaran mahasiswa baru PPs dibuka mulai 22 Juli hingga 5 Agustus 2017, “Kecuali Magister Psikologi Sains dan Magister Psikologi Profesi yang sudah ditutup di gelombang ini karena telah memenuhi kuota di gelombang pertama,” kata Wakil Direktur III PPs UMM Wahyudi seperti dikutip pada halaman umm.ac.id.

Terkait syarat pendaftaran, lanjut Wahyudi, dapat dilihat di laman online PMB UMM. Khusus mahasiswa internasional, PPs UMM menyaratkan calon mahasiswa memperoleh ijin dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti dan mengurus visa atau kartu tinggal di Indonesia yang dapat dilakukan dengan bantuan Biro Kerjasama Luar Negeri UMM.

Untuk pengembangan mutu akademik, benchmarking dengan  berbagai kampus di luar negeri juga terus dilakukan PPs UMM. “Saat ini setiap program studi di Pascasarjana UMM sudah memiliki kampus partner benchmarking di luar negeri yang menjadi standar untuk mengukur mutu akademik,” jelas Wahyudi. (humas UMM)

 

Shared:
Shared:
1