Lazismu Mantrijeron Kenalkan Anak-Anak Arti Kebhinekaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 31 Juli 2017 09:20 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID., YOGYAKARTA – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Mantrijeron mengajak anak-anak panti asuhan yang mendapatkan beasiswa Darwis untuk mengenal budidaya ternak sapi dan kambing di Bantul, Ahad (30/07).

“Terimakasih atas kunjungan adik-adik beasiswa Darwis binaan Lazismu Mantrijeron di gubung sederhana ini,” ungkap Direktur Laboratorium Kampung Ternak Jogja sekaligus Ketua Jaringan Peternak Muhammadiyah DIY, Imam Abror.

Menjaga peternak dan petani, lanjut Imam, merupakan bagian dari menjaga NKRI, menjaga Pancasila, dan menjaga Kebhinekaan. Karena keberadaan peternak dan petani sebenarnya dapat menyokong perekonomian bangsa.

Imam berharap agar adik-adik binaan Lazismu kelak akan menjadi kader Muhammadiyah yang otentik dan bermanfaat untuk bangsa. “Saya mendoakan semoga kelak adik-adik ini merupakan generasi penerus yang akan menjadi kader dakwah dan petani/peternak otentik serta dapat bermanfaat bagi umat dan bangsa Indonesia ini,” tutur Imam.

Selain itu, Koordinator dan mentor Program Beasiswa Darwis, Arya Gulang Ramadhana, menyampaikan tujuan kegiatan ini yaitu untuk mengenalkan kepada anak-anak pentingnya beternak dan bercocok tanam.

“Profesi sebagai peternak dan petani saat ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat, padahal keduanya merupakan profesi utama dalam pemopang perekonomian bangsa,” ungkap Gulang.

Gulang juga berharap melalui kegiatan ini diharapkan mampu memupuk rasa ketertarikan untuk menggeluti di bidang petani dan peternak kepada anak-anak. “Profesi petani dan peternak itu mulia sekali, kita boleh jadi dokter, jadi teknisi, pejabat, tapi jangan melupakan petani, karena ini sangat penting, direktur peternak jogja aja dokter, tapi mau dan bangga jadi petani, apalagi kita,” terang Gulang.

Acara kunjungan ke Laboratorium Kampung Ternak Jogja ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), PCNA, dan pengawalan keamanan diserahkan oleh Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Mantrijeron.

Kontributor: Nur Wahid

Shared:
Shared:
1