Muhammadiyah Education Awards, Ajang Unjuk Kreativitas Sekolah Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 14 Mei 2012 13:07 WIB

Malang- Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (12/5) pekan lalu dipenuhi pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah. Tak kurang 4.000 pelajar dan guru pendamping ikut bagian dalam memeriahkan agenda tahunan Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Muhammadiyah Education (ME) Award 2012.

“Muhammadiyah Education Award merupakan transformasi dari acara tahunan Olimpiad and Conference (Olycon) Muhammadiyah Jatim yang sudah berlangsung selama tujuhn tahun ini,” kata Ketua Majlis Dikadasmen, PWM Jatim, Dr Biyanto. Mulai tahun ini nama Olycon diganti dengan ME Award karena untuk memfokuskan pada olimpiade saja, sedangkan konferensi diadakan di waktu dan tempat berbeda.

Acara dibuka Ketua PWM Jatim, Prof Dr Thohir Luth, dan ditutup Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin. Turut memberi sambutan, Ketua PP Muhammadiyah yang juga mantan Ketua PWM Jatim, Prof Dr Syafiq A Mughny.

“Pendidikan merupakan proses yang lembut tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat,” kata Syafiq. Untuk itu, ajang seperti ini hendaknya dijadikan sebagai pembentukan karakter kompetitif para pelajar Muhammadiyah, menjalin silaturahim dan membentuk jaringan.

Hal sama diungkapkan Thohir Luth. Menurutnya, ajang ME Award sangat penting untuk membuktikan betapa seriusnya Muhammadiyah menyiapkan kader-kader persyarikatan untuk menjadi pelopor dalam berbagai bidang; keilmua, seni, kemasyarakatan, kebangsaan dan lain-lain. “Even tahunan ini sekaligus juga menjadi media pendidikan holistic bagi kader persyarikatan yang memiliki penguasaan luas,” kata Thohir.

Tahun ini, ME Award mengambil tema “Building Miracle from Future Your Creativity”. Cabang-cabang yang dikompetisikan antara lain sains, matematika, fisika, business plan, desain website dan majalah, Alislam dan Kemuhammadiyahan in Arabic and English. “Mulai tahun ini ada dua cabang baru, yakni kompetisi Robotic dan Film Indie,” kata Biyanto. Total peserta yang ikut semua kompetisi berjumlah 2650 orang.

Din menilai, PWM Jatim merupakan pelopor terselenggaranya Olimpiade pendidikan ini. Ajang ini ikut mengangkat citra Muhammadiyah di mata masyarakat karena melalui ME Award ini masyarakat jadi tahu prestasi-prestasi siswa-siswi Muhammadiyah.

“Pendidikan Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan menciptakan prestasi nasional maupun Internasional, tetapi juga perlu mengembangkan pendidikan kepribadian atau al-akhlaq al karimah, sehingga dapat menciptakan siswa yang berprestasi sekaligus berakhlaq mulia. Karena SDM-SDM seperti ini sangat penting untuk dapat membantu dalam membangun bangsa untuk mau kedepan,” ungkapnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini pemenang akan diberi penghargaan berupa medali, mulai emas, perak hingga perunggu. Juga ada hadiah uang tunai dari sponsor. Pemenangnya nanti juga akan dikirim untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional bahkan global.

Menariknya, kontes robot maupun film ternyata sudah diikuti oleh siswa-siswi SD/ MI. Karya-karya mereka dinilai sangat bagus bahkan bisa mengalahkan kakak kelasnya di SMP atau SMA.

Dalam kontes robot, misalnya , tiga kategori yang dilombakan yakni Maze Solving,  Line Tracer, dan Theater Robot. Tema ini diikuti oleh 11 tim campuran dari SD, SMP, dan SMA sederajat. Sedangkan dari film indie, sejumlah 12 murid SD/ SMP menyetor karyanya. Sedangkan dari kalangan SMA hanya 9 karya saja.

Kontes robot memperoleh sambutan penonton yang meriah. Robot yang disiapkan bergerak mengikuti alunan musik selama 10 menit dengan berbagai atraksi yang menarik.

Sementara itu karya kontes film indie ditayangkan di ruang teater UMM Dome. Satu persatu karya-karya tersebut diputar. Meski dibuat oleh siswa SD hingga SMA, kualitas ide cerita dan editingya tak kalah dengan film-film professional. “Untuk pemula, film-film ini sudah cukup bagus. Tahun depan saya yakin akan semakin banyak yang ikut dan lebih bagus lagi,” kata Abdul Malik, salah satu juri film indie.

Pemenang kompetisi diumumkan pada malam Awarding hari itu juga. Din dan rektor UMM Muhadjir Effendy yang mengikuti acara awarding tampak puas dan bangga dengan capaian prestasi dan semangat kompetisi siswa-siswi Muhammadiyah itu. (www.umm.ac.id) (mac)

Shared:
Shared:
1