Ungkap Syukur 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia, UHAMKA Adakan Pameran 72 Lukisan Tokoh Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 28 Juli 2017 09:10 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ada kabar gembira bagi pecinta lukisan tanah air, menjelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 nanti, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) akan menggelar event bertajuk “Pamer 72 Lukisan Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI”.

Lukisan-lukisan bergaya realis-ekspresif berteknik palet itu merupakan karya dari maestro lukis Indonesia, Sohieb Toyaroja dan akan dipamerkan dengan megah dan baik di Epiwalk, Epicentrum Jakarta, pada 11-17 Agustus 2017 mendatang.

Suyatno, Rektor UHAMKA, mengemukakan bahwa gelaran ini merupakan ungkapan rasa syukur UHAMKA atas 72 Tahun Indonesia Merdeka dan ekspresi dari rasa cinta dan kepedulian UHAMKA terhadap Indonesia.

“UHAMKA, sebagai lembaga pendidikan yang memang lahir dari Muhammadiyah untuk bangsa dan Negara penting untuk menampilkan karya yang bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi generasi bangsa, karena generasi saat ini telah jauh dari karya seni, terutama seni lukis” tutur Suyatno saat jumpa media di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (27/7).

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan event ini sebagai media pembelajaran. “Ini akan menjadi khasanah kekayaan budaya serta peradaban bangsa dan kita berharap ini akan menjadi sebuah ‘virus’ yang dapat menyebarkan kebaikan bagi perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah,” tambahnya.

Pemilihan ke-72 tokoh yang akan divisualisasikan dalam lukisan itu menurut sang maestro, Sohieb Toyaroha, adalah karena kontribusinya terhadap Negara ini yang besar sehingga menjadi inspirasi baginya untuk membuat karya menakjubkan.

Lukisan-lukisan itu sendiri telah dibuat sejak bulan Maret tahun 2016 dan telah selesai untuk dipamerkan bersamaan dengan peluncuran buku berjudul “Perjuangan Menjadi Indonesia Bukan Darah Sia-Sia”. Buku ini ditulis oleh Roso Daras yang mendeskripsikan setiap tokoh dalam lukisan. Dengan buku setebal 953 halaman itu lukisan-lukisan akan terasan lebih ‘hidup’ dan siap berbagi pengalaman dan pembelajaran tentang bangsa Indonesia. (raipan)

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1