Haedar: Museum Muhammadiyah Sebagai Tonggak Pelengkap Gerakan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 22 Juli 2017 15:51 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan peletakan batu pertama pembangunan Museum Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kampus 4 pada Sabtu (22/7). Peletakan batu pertama itu dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, mengatakan Muhammadiyah selama ini sudah menjadi museum, yakni museum berjalan. Namun tetap membutuhkan pembangunan museum secara fisik untuk menjadi saksi sejarah.

“Museum Muhammadiyah ini bisa menjadi media pembelajaran tentang Indonesia, Islam dan Muhammadiyah. Museum ini juga akan menjadi tonggak pelengkap gerakan Muhammadiyah untuk Indonesia berkemajuan,” ucap Haedar saat memberi sambutan pada acara peletakan batu pertama Museum Muhammadiyah.

Lebih lanjut Haedar mengatakan, museum yang akan dibangun dengan luas 1 hektar ini menjadi pusat pendokumentasian jejak-jejak Muhammadiyah yang aktif berkiprah sejak dulu untuk Indonesia.

“Ini juga bentuk dari Islam sebagai dinul hadoroh atau islam sebagai agama peradaban, Muhammadiyah turut serta membangun peradaban melalui penyediaan pusat dokumentasi Muhammadiyah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk sarana edukasi,” tambahnya.

Berkaitan dengan islam sebagai agama peradaban, kata Haedar, Muhammadiyah akan semakin mengembangkan dan meluaskan dakwah hingga ke Indonesia timur, baik melalui Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

“Kami tetap optimis dan semangat bahwa Muhammadiyah tidak sebatas berteriak tentang kebhinekaan, tidak sebatas wacana, namun langsung aksi lewat kinerja yang amaliyah dan mencerahkan. Semoga dari rahim Muhammadiyah, akan lahir generasi bangsa yang berkemajuan,” tutup Haedar. (nisa/syifa/tuti)

Shared:
Shared:
1