Hadiri Peletakan Batu Pertama Museum Muhammadiyah, Jokowi: Amal Usaha Muhammadiyah Telah Memerdekakan Umat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 22 Juli 2017 15:06 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI)  Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (22/7) hadir dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Museum Muhammadiyah yang bertempat di Universitas Ahmad Dahlan Kampus 4.

Jokowi mengungkapkan bahwa Muhammadiyah punya andil transformatif yang sangat besar untuk mencerdaskan anak bangsa melalui amal usahanya. Selain itu, menurut Jokowi Muhammadiyah telah memerdekakan umat melalui  amal usahanya yang tersebar di berbagai daerah. 

“Muhammadiyah punya andil transformatif yang sangat besar untuk mencerdaskan anak bangsa melalui amal usahanya,” ucap Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi turut memberikan Kuliah Umum bagi civitas akademika UAD. Jokowi mengatakan masyarakat harus sadar bahwa perubahan landscape politik nasional maupun internasional dan beberapa bidang lainnya disebabkan oleh dinamika dan teknologi. “Banyak perubahan yang harus diantisipasi, kita harus siap-siap untuk menghadapi beberapa tahun ke depan terhadap tantangan pasar,” ujar Jokowi.  

Jika masyarakat tidak menyadari perubahan ini, maka negara kita akan diterjang. Adapun bentuk langkah yang harus dilakukan, salah satunya adalah gerakan dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, khususnya Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Muhammadiyah harus mempersiapkan diri dalam mengahdapi perubahan ini,” tegas Jokowi.

Jokowi menyebutkan tiga hal yang dapat memenangkan persaingan, yakni inovasi, kreativitas yang terus menerus, dan enterpreneur. Oleh karena itu, menurut Jokowi perlu ada mata kuliah di Perguruan Tinggi yang berkaitan dengan etos kerja, produktivitas dan lain-lain.

“Kemudian, hal ini menjadi peran kampus dalam membangun bangsa. Universitas harus memiliki antisipasi paling depan akan perubahan ini,” imbuhnya.

Dalam membangun karakter bangsa, kegiatan anak-anak yang berhadapan dengan media sosial harus dipantau, karena hal tersebut menurut Jokowi sangat mempengaruhi karakter masa depan bangsa.

“Kalau anak-anak tidak dibina, akan tergerus oleh media. Sehingga perlu disiapkan, karena sekarang sudah mulai terjadi perang budaya,”jelas Jokowi.

Diakhir pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa secepatnya perlu antisipasi terhadap perubahan masalah ini, dan kepercayaan besar lima tahun ke depan yaitu dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Turut hadri dalam acara tersebut Ibu Presiden Iriana Jokwi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Menristekdikti M. Nasir, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono XKetua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto, dan juga Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini. (adam/nisa)

Shared:
Shared:
1