Presiden Jokowi Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Museum Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 21 Juli 2017 14:16 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo direncanakan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Museum Muhammadiyah yang merupakan program inisiasi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (22/7) di Kompleks Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Muchlas, Ketua MPI PP Muhammadiyah mengatakan bahwa Museum Muhammadiyah yang akan dibangun dengan luas 1 (satu) hektar ini sebagai pusat informasi dan dokumentasi sejarah gemilang kiprah Muhammadiyah membangun bangsa.

“Muhammadiyah turut serta dalam membangun bangsa, juga KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah adalah tokoh berpengaruh dalam sejarah pergerakan nasional di Indonesia, juga tokoh lainnya seperti Ki Bagus Hadikusumo, KH Mas Mansyur, Amien Rais, AR Fahruddin, dan lain-lain, sehingga riwayat hidupnya sangat penting untuk diabadikan,” ujar Muchlas.

Menurut Muchlas, sudah sangat banyak peninggalan monumental fisik Muhammadiyah yang kehilangan jejak informasinya sehingga dikhawatirkan semakin lama orang tidak akan mengenal secara utuh tempat-tempat yang bersejarah bagi Muhammadiyah dan juga bagi gerakan islam di Indonesia.

“Ada tiga tujuan pokok pendirian Museum Muhammadiyah, yakni sebagai pusat dokumentasi dan informasi sejarah gerakan Muhammadiyah, sebagai media pendidikan, dan sebagai media pariwisata. Harapannya, Museum Muhammadiyah akan menjadi center of excellent dari museum gerakan islam di Indonesia yang telah berkontribusi besar  dalam merawat NKRI dan nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.

Sebagai informasi, pembangunan Museum Muhammadiyah ini terbagi menjadi beberapa tahap pembangunan yakni tahap persiapan yaitu identifikasi terhadap materi-materi yang akan ditampilkan dalam Museum Muhammadiyah. Tahap selanjutnya adalah perancangan materi, yakni penataan terhadap materi-materi yang sudah ada berdasarkan klasifikasi dan urutan peristiwanya.

“Khusus untuk peninggalan yang sifatnya masih living monument, dokumentasi dan informasi tidak hanya disajikan dalam museum namun di situsnya, sehingga peninggalan tersebut akan menjadi bagian dari pengelolaan koleksi museum,” jelas Muchlas.

Harapannya, pendirian Museum Muhammadiyah ini menjadi bagian dari upaya pendokumentasian secara komprehensif sejarah dan hasil karya Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia. Sehingga museum ini menjadi media transformasi nilai dan informasi tentang beragam tokoh serta peran kebangsaan Muhammadiyah  di samping nilai historisnya. (nisa)

Shared:
Shared:
1