Pendirian Museum Muhammadiyah Bukan Hanya Sekedar Merekonstruksi Sejarah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 21 Juli 2017 13:32 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Inisiasi pendirian museum Muhammadiyah sebenarnya telah dimulai sejak periode kepengurusan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010-2015.  Dan pada periode ini ikhtiar besar persyarikatan Muhammadiyah untuk mewujudkan mimpinya memiliki museum sebagai pusat informasi dan dokumentasi sejarah gemilang kiprah Muhammadiyah membangun bangsa segera terwujud.

Pada Sabtu (22/7) besok rencananya akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Gedung Museum Muhammadiyah di Kompleks Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan museum Muhammadiyah merupakan bentuk dari pilar organisasi islam yang bukan hanya merekontruksi sejarah agar tetap dibaca oleh para generasi baru. “Museum Muhammadiyah juga sebagai wahana untuk belajar memproyeksikan masa lampau dan masa depan yang lebih baik,” ucap Haedar ketika ditemui pada Kamis (20/7).

Haedar juga mengatakan banyak atau sedikit orang yang melupakan sejarah, oleh karena itu, penting bagi Muhammadiyah untuk mengabadikan jejaknya. “Museum Muhammadiyah   ini juga sebagai penanda Muhammadiyah berkemajuan,” jelas Haedar.

Senada dengan Haedar, Dadang Kahmad Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membawahi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) mengatakan pembangunan museum Muhammadiyah ini mempunyai  dampak yang sangat positif, yang nantinya akan berpengaruh terhadap percepatan pembangunan, baik dari sisi pemerintah maupun dari Persyarikatan Muhammadiyah sendiri.

“Museum Muhammadiyah ini juga mempunyai nilai promosi yang luar biasa sehingga memanggil perhatian orang untuk berpartisipasi suksesnya pembangunan tersebut,  minimal dapat menimbulkan antusiasme untuk serius mewujudkan museum ini,” pungkas Dadang. (adam/tuti)

 

 

Shared:
Shared:
1