Mensos Hadiri Pelepasan 5.151 Mahasiswa KKN UMM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 19 Juli 2017 15:28 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa hadiri pelepasan keberangkatan 5.151 mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (19/7) di Hall UMM Dome. Kedatangan Mensos sekaligus memperingati 30 tahun program KKN UMM yang telah berlangsung sejak 1987.

Setelah melepas mahasiswa KKN dengan memakaikan jaket almamater pada dua perwakilan mahasiswa secara simbolis, Khofifah menyampaikan kuliah tamu sebagai pengantar sekaligus bekal pada mahasiswa UMM yang akan mengabdi di desa sebulan ke depan.

Khofifah memaparkan tentang pemetaan potensi desa. Ia juga berpesan agar mahasiswa KKN UMM peka terhadap lingkungan sekitar dan bisa mem-break down potensi tersebut menjadi aksi nyata. “Hal sederhana yang ditemukan di desa bisa menjadi sesuatu yang substantif. Dengan putra-putri kampus ‘turun gunung’, sama dengan mengikuti jejak KHA Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah,” ujar Khofifah menganalogikan.

Saat ini, enam kabupaten di Jawa Timur terindikasi mengalami gizi buruk. Untuk itu, program Desa Sejahtera Mandiri diupayakan menjadi media untuk mengurangi luasnya daerah yang terkena gizi buruk tersebut.

“Sebanyak 63 persen penyebab disabilitas adalah kurang gizi. Hal ini bukan hanya harus dicegah saat ibu hamil, melainkan gaya hidup saat remaja sudah harus diperhatikan,” ungkap Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga mengatakan bahwa kepekaan mahasiswa tak hanya pada urusan pengembangan desa melalui program-programnya, melainkan juga penanaman nasionalisme dan keagamaan.

 “Mahasiswa KKN kalau melihat ada indikasi penyebaran radikalisme dan nilai-nilai anti Pancasila, tak peduli apa program studi yang diambil di bangku kuliah, langsung saja bertindak untuk meluruskan dan menanamkan nilai-nilai yang benar,” lanjut menteri yang juga ketua Muslimat NU ini.

KKN terpadu UMM digelar dua kali dalam setahun. Program multidisipliner yang menggabungkan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu ini menjadi bentuk tanggung jawab UMM sebagai perguruan tinggi untuk berkiprah memajukan masyarakat, khususnya masyarakat desa. 

Direktorat Penelitain dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM sebagai pengelola KKN UMM juga bekerja sama dengan berbagai instansi untuk penyelenggaraan KKN tematik. Direktur DPPM UMM Sujono mencontohkan, dengan Kementerian Sosial UMM terlibat program pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) dan kelompok usaha bersama (kube), dengan Kemendikbud kerjasamanya pada program berantas buta aksara, serta dengan Dikti untuk program KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Selain mengirimkan mahasiswa KKN ke 186 desa di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur, kali ini UMM juga mengirimkan mahasiswa KKN ke Palembang. Hal ini menjadikan UMM sebagai kampus dengan jangkauan daerah KKN terluas se-Jawa Timur. Sujono menyatakan, UMM akan terus mengembangkan desa jangkauannya untuk mengembangkan masyarakat di pedesaan. Ini aksi nyata dari slogan ‘Dari Muhammadiyah untuk Bangsa’. Potensi dan manfaat KKN sangat banyak bagi pengembangan masyarakat,” pungkas Sujono. (humas UMM)

 

Shared:
Shared:
1