MTT PP Muhammadiyah Terus Berupaya Hidupkan Gerakan Pembaharuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 12 Juli 2017 09:44 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memiliki rencana strategis dalam menghidupkan tarjih, tajdid dan pemikiran Islam Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang kritis-dinamis, dalam kehidupan masyarakat dan proaktif dalam menjalankan problem dan tantangan perkembangan sosial budaya, serta kehidupan pada umumnya.

Sehingga Islam selalu menjadi sumber pemikian, moral, dan praktis sosial di tengah kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang sangat kompleks.Maka dari itu MTT akan fokus dalam menjalankan program-program unggulan atau prioritas, diantaranyapenyusunan Tafsir Attanwir, kajian dan sosialisai seputar tarjih, dan kaderisasi ulama tarjih.

“Ketiga hal ini sudah disampaikan dalam Tanwir Muhammadiyah kemarin di Ambon,” ujar Amiruddinselaku staff MTT PP Muhammadiyah.

Pertama, penyusunan Tafsir Attanwir akan dilakukan dalam jangka panjang yang nantinya dibentuk buku secara berkala dan akan diterbitkan di Majalah Suara Muhammadiyah, untuk saat ini tafsir attanwir baru terbit juz 1 kemudian juz 2 direncanakan terbit pada bulan Agustus dan kedepannya diharapkan bisa menerbitkan 4 atau 5 juz sampai tahun 2020.

“Di sisi lain, selain penyusunan Tafsir Attanwir juga ada kegiatan halaqah tafsir sebagai kegiatan pendukung untuk membahas tafsir-tafsir yang telah ditulis oleh penulisnya sebelum diterbitkan dalam buku,” jelas Amiruddin ketika ditemui pada Selasa (12/7) di Kantor MTT Jalan Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Kedua,kajian dan sosialisasi tarjih yang secara garis besar memberi sosialisasi kepada pimpinan wilayah Muhammadiyah seluruh Indonesia sampai ke tingkat cabang mengenai kajian tarjih. Sosialisasi dilaksanakan secara langsung yakni hadir di pimpinan wilayah sekaligus membagi buku tarjih dan juga dilaksanakan secara tidak langsung yaitu melalui media cetak yang bekerjasama dengan Suara Muhammadiyah.

“Salah satu kajian tarjih yang sudah dijalankan dan memiliki banyak peminat yakni kajian yang dilaksanakan satu bulan satu kali oleh PDM Klaten. Dalam kajian tersebut, PDM Klaten membahas buku himpunan putusan tarjih secara berkala,” terang Amiruddin.

Selain itu, lanjut Amiruddin MTT juga rutin mengadakan kajian yang membahas tentang agama Islam atau kemuhammadiyahan yang dilaksanakan setiap hari Jum’at siang di kantor Majelis Tarjih yang bertempat di Masjid Islamic Center UAD.

Ketiga,kaderisasi ulama tarjih diadakan secara formal dan non formal. Untuk formal diadakan sekolah kader yang dikenal dengan nama Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) yang berlokasi di Yogyakarta, Makassar, dan Sumatera Barat. Sedangkan di Malang dikenal dengan nama Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT).

“Sekolah kader ulama tarjih bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah yang berada di wilayah tersebut. Harapan Majelis Tarjih kedepannya segera diadakan sekolah kader di wilayah lain,” jelas Amiruddin.

MTT juga memiliki kegiatan lain yakni pelatihan kader training of trainer (TOT) yang diharapkan dapat mengadakan pelatihan kader di masing-masing tingkatan pimpinan. Selain pelatihan kader, MTT juga mengadakan pelatihan ilmu falak yang diikuti oleh kader. Di tingkat pusat, pelatihan ilmu falak bekerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan(UAD).

Terakhir, Amiruddin berharap program-program unggulan MTT tersebut menjadi upaya yang tepat untuk menghidupkan gerakan pembaharuan dalam tubuh Muhammadiyah.“Dengan demikian pemikiran dan gerakan pembaharuan K.H Ahmad Dahlan tidak akan pernah padam,” tutup Amiruddin. (Ibnu Khamdi/Fika Laila)

Foto: Ilustrasi

Shared:
Shared:
1