Hadiri Silaturahim Idul Fitri UHAMKA, Berikut Pesan Haedar Nashir

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 09 Juli 2017 13:29 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi pembicara dalam acara Silaturahim Idul Fitri yang diselenggarkaan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA, Sabtu (8/7).

Dalam kesempatan itu Haedar mengulas tentang makna idul fitri kaitannya dengan sikap umat islam setelah puasa. “Agar bersikap sewajarnya dalam menghadapi urusan-urusan keduniaan (setelah puasa) dan tidak kalah penting komitmen akan nilai (ruhani) pada apa-apa yang diperankan dalam kehidupan yang tidak bisa lepas dari keduiawian,” papanya.

Lanjut Haedar, sebagai makhluk yang hidup di dunia manusia perlu makan, minum, perlu hal-hal yang bersifat duniawi tetapi pada saat yang sama dunia ini perlu diisi dengan nilai-nilai dasar hidup.

“Nilai akidah, ibadah, akhlak dan prinsip-prinsip muamalah duniawiyah yang memiliki batas-batas tersendiri, bingkai nilai itulah yang perlu menjadi acuan dan komitmen kita dalam kehidupan sehari-hari termasuk di UHAMKA,” ucap Haedar.

Haedar juga mengatakan agar setiap pekerjaan yang digeluti tidak hanya ditujukan untuk keuntungan duniawi saja tapi juga dalam rangka meraih azroh atau pahala dan ridha Allah SWT. Maka disitulah kehormatan seseorang sebagai muslim terkhusus warga Muhammadiyah, bahwa kerja keras seseorang tidak selalu diukur dengan uang tetapi oleh peran-peran yang memiliki nilai.

UHAMKA dan seluruh perguruan tinggi serta amal usaha Muhammadiyah merupakan pilar strategis untuk dakwah dan tajdid Muhammadiyah, menyebarluaskan nilai-nilai islam untuk membangun tauhid kepada Allah SWT. Sehingga umat menjadi lurus dan selalu taqarrub kepada-Nya.

“Tetapi dakwah juga harus mencerahkan, mencerdaskan, memajukan, bukan sebaliknya. Sering kali tanpa disadari terjadi pembodohan dalam dakwah, akibat pemikiran yang sempit tentang Islam. Tidak sedikit yang juga menamakan islam bahkan menjualnya, tetapi apa yang disampaikannya tidak sesuai dengan tindakan,” ucap Haedar.

Selain itu sebagai gerakan tajdid Muhammadiyah memiliki komitmen sebagai pembaharu. Pembaharuan seperti apa yang baik untuk diterapkan di era sekarang ini perlu dipikirkan oleh perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai lembaga terdepan dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat.

Acara yang mangangkat tema Merawat Komitmen Keumatan dan Kebangsaan itu dihadiri oleh seluruh civitas akademika UHAMKA dan disambut langsung oleh Suyatno, Rektor UHAMKA. Pada saat yang sama hadir juga Busyro Muqoddas, Ketua Pimpinan PusatMuhammadiyah yang sekaligus memberikan paparan terkait tema tersebut. (raipan)

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1