Arviani, Kader Aisyiyah, Ibu Rumah Tangga, Guru TK Sekaligus Mahasiswa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 05 Mei 2012 15:52 WIB

 

Yogyakarta- Wisudawati Terbaik pada acara Wisuda Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Periode I Tahun 2012 yang akan dilaksanakan pada Sabtu (5/5/2012) di Gedung Selecta Jln Listrik Medan ini bernama Arviani merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU. Prestasi terbaik tersebut diraihnya melalui skripsinya berjudul “Meningkatkan Kreativitas Seni Dan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggambar Dan Mewarnai Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Jl. Mustafa No. 1 Glugur Darat I Medan” yang pada sidang meja hijau menghasilkan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86.

 

Anak ke-4 dari 4 bersaudara buah keturunan pasangan Alm. Hasanuddin Hutagalung dan Ramlah ini menempuh jenjang pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD) di SDN 060844 Pulo Brayan Medan tahun 1975 s/d 1982, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di SMP Negeri XIV Medan, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di SMA Negeri 3 Medan dan Program Studi PGRA FAI-UMSU Medan tahun 2009 s/d 2012.

 

Wanita berpenampilan sederhana ini saat diwawancarai kru Cerdas, Senin (30/4-2012) menuturkan bahwasanya dia merupakan salah satu kader Aisyiyah dan kebetulan bekerja sebagai Guru di TK Aisyiyah Bustanul Atfhal 05 Kp. Dadap Medan yang berlokasi di Jl. Mustafa No.1 Kelurahan Glugur Darat I Medan. Berhubung dewasa ini ada peraturan Pemerintah bahwa Guru TK pun disyaratkan harus bertitel Sarjana (S-1) makanya untuk memenuhi persyaratan itu dia berkuliah di UMSU yang kebetulan telah membuka program studi PGRA meskipun usianya sudah tergolong kepala empat. Tetapi rupanya itu belum seberapa karena ternyata ada temannya seperkuliahan yang sudah berusia 50 tahun.

 

Arviani menyebutkan bahwa lulusan program studi PGRA yang akan diwisuda Sabtu ini merupakan lulusan (alumni) pertama atau perdana bagi program studi PGRA FAI-UMSU yang diselesaikan selama 7 semester atau 3½ tahun.

 

Ditanya tentang apa resepnya sehingga dia bisa memperoleh prestasi terbaik, baik dari cara/sistemnya belajar ataupun motivasinya, Arviani mengungkapkan bahwa kalau mengenai cara belajarnya sama saja dengan mahasiswa UMSU lainnya. Hanya saja karena dia memang sudah bekerja atau berkecimpung di dunia pendidikan anak-anak sebagai Guru TK maka semua ilmu pengetahuan yang diterima dari dosen dipraktekkan dan dicoba di sekolah dan ternyata ilmu pengetahuan itu “nyambung” atau sesuai sehingga menambah minat belajar.

 

“Jadi memang benar-benar sesuai bidangnya atau istilahnya ‘the right place on the right job’, kita enjoy, tidak bingung, tidak meraba-raba lagi dan kita sudah langsung lihat anaknya seperti ini nanti kita belajar Psikologi Anak dan kita bisa fahami anak itu. Sehingga kalau ada masalah di sekolah bisa kita angkat ke perkuliahan untuk ditanyakan kepada dosen bagaimana solusi pemecahan masalahnya,” tutur Arviani sembari menambahkan bahwa mengenai motivasinya kuliah itu didorong karena dia sudah berumah tangga dan kini mempunyai 2 anak sedang suaminya sudah meninggal dunia.

 

Ketika disinggung tentang perkuliahannya selama ini, dia terus terang mengatakan bahwa dosen di PGRA masih dirasakan sangat kurang apalagi dosen tarian belum ada karena menari merupakan . satu mata kuliah di PGRA sehingga sangat perlu diadakan dosennya. Kemudian ada beberapa mata kuliah yang dosennya itu-itu juga dari saat dia kuliah semester I sampai semester VII dan banyak dosen berstatus ’dosen terbang’ yang mengajar di beberapa Perguruan Tinggi lain sehingga kedatangannya tidak konsisten. “Hal ini hendaknya menjadi perhatian untuk kesempurnaan perkuliahan di waktu mendatang,” ucapnya.

 

Yang menggembirakan untuk program studi PGRA FAI-UMSU ini, tutur Arviani, nampaknya semakin banyak yang berminat. Buktinya di bawah semester dia semakin banyak mahasiswanya terutama pindahan/transfer dari program studi Pendidikan Taman Kanak-kanak Universitas Terbuka (UT). Hal itu karena di UT tidak ada kejelasan, seperti temannya sama mengajar ada mulai dari D-2 tapi sudah kuliah 10 tahun belum juga mendapatkan titel S-1, sementara di UMSU hanya 3½ tahun saja sehingga dia merasa iri.

 

Pesan Arviani kepada mahasiswa UMSU khususnya mahasiswi yang tidak kuliah di Fakultas Agama Islam seperti di Fakultas Ekonomi dan lainnya supaya dijaga pakaiannya yang kurang sesuai untuk mahasiswi UMSU selaku Perguruan Tinggi Islam dan mengharapkan pihak Rektorat dapat memperketat masalah pakaian ini. Hal ini, menurut Arviani, mungkin karena dirinya seorang kader Aisyiyah sehingga sangat peduli mengenai masalah pakaian mahasiswi yang kurang sesuai dengan tuntutan syariat Islam.

 

Arviani juga memberikan masukan yang bernuansa kritik tentang apa yang dialami dirinya dan teman-temannya seperkuliahan pada tahap akhir penyelesaian kuliah sewaktu mengajukan proposal skripsi. Berhubung skripsi mereka berbasis penelitian yang dinamakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki kriteria dan acuan tertentu, tapi karena tidak adanya koordinasi dan pembinaan oleh Dosen Pembimbing, pada umumnya mereka membuat mencontoh proposal yang umunya dibuat mahasiswa program studi lain di UMSU. “Tapi pada saat proposal skripsi itu diseminarkan, ternyata Dosen Pembimbing menyalahkan kami kenapa proposalnya seperti itu sehingga kami bingung sekali, padahal kami sudah cukup bersusah-payah menyiapkannya. Maklumlah karena kami semua umumnya sudah ibuk-ibuk sehingga sangat repot dan menyusahkan untuk mengulangi kembali”, ungkapnya.

 

Dia mengharapkan, agar kejadian seperti itu tidak terulang agar ke depan Dosen Pembimbing dapat memberikan arahan yang lengkap kepada mahasiswa dalam hal itu dan semoga skripsi mereka selaku alumni perdana dapat menjadi contoh bagi mahasiswa PGRA selanjutnya nanti.

 

Arviani yang bertempat tinggal di Psr. I Lr. II Timur No. 6 Sampali Medan selain sebagai Guru TK Aisyiyah, juga dalam organisasi Aisyiyah sebagai kader dan menjabat kepengurusan antara lain Sekretaris Cabang Nasyiatul Aisyiyah Kp. Dadap Medan (1992-1995), Ketua Nasyiatul Aisyiyah Cabang Kp. Dadap Medan (1955-2004), Ketua Majelis Pembinaan Kader (MPK) Aisyiyah Cabang Kp. Dadap Medan Periode 2005-2010 yang dijabat 2010-2012 dan Ketua Ranting Melati Aisyiyah Cabang Kp. Dadap Medan Periode 2005-2010 yang dijabat 2010-2012.


Pengalaman bekerjanya yakni tahun 1993 s/d 2003 mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Aisyiyah Cabang Kp. Dadap Medan, tahun 2005 s/d 2009 mengajar di TK An-Nur dan tahun 2009 sampai sekarang mengajar di TK Aisyiyah Bustanul Atfhal 05 Kp. Dadap Medan. (www.umsu.ac.id)(mac)

Shared:
Shared:
1