Indonesia Berkemajuan Tidak Mungkin Tercapai Tanpa Strategi yang Tepat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 29 Juni 2017 11:35 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK)  Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ari Anshori mengatakan bahwa umat muslim tidak boleh imma’ah (mencla-mencle, plin-plan, tidak konsisten) dalam melakukan kebaikan.

Komitmen dan konsisten umat islam dalam hal kebaikan, sangatlah dibutuhkan dalam mewujudkan Indonesia berkemajuan. “Berbuat baik sekarang ini tidak mudah. Kita harus mencontoh Rasulullah dalam  berkomitmen dan konsisten memegang kebenaran dan tetap mematuhi Allah, meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan,” ujar Anshori saat memberikan Khutbah Idul Fitri di Alun-Alun Selatan Yogyakarta Ahad (25/6).

Anshori menyebutkan bahwa untuk menuju Indonesia yang berkemajuan bukanlah perkara yang mudah, melainkan perlu kerja keras tanpa henti, melewati rintangan dan hambatan.

“Dalam mewujudkan Indonesia berkemajuan yang diperlukan ialah istiqamah dalam berprakarsa, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, islami, yang mampu menyeimbangkan daya-daya jiwa menuju manusia fitrah dan sempurna,” ungkapnya.

Indonesia berkemajuan tidak mungkin dapat dicapai tanpa strategi yang tepat, dan tidak cukup hanya dengan penguatan SDM, walau harus diakui SDM merupakan elemen vital.

 Karena itu, lanjut Anshori ada aspek lain  yang juga sangat menentukan cita-cita Indonesia yang berkemajuan yaitu, aspek kerja sama atau visi komitmen bersama antar elemen di negara ini, baik sokongan pemerintah, dukungan masyarakat, maupun hubungan saling mendukung.

Umat Islam di mana pun dituntut untuk berbuat baik, termasuk di Indonesia, harus berbuat yang terbaik. Majunya bangsa Indonesia bergantung kepada majunya umat Islam. Seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an Surah Huud, ayat 112,“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar (istiqamah), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (adam)

 

Shared:
Shared:
1