Ibadah Puasa Telah Membentuk Insan Kamil yang Muttaqin

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 Juni 2017 06:19 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MANGGENG – Ribuan jamaah padati shalat Idul Fitri 1438 H di Halaman Masjid At-Taqwa Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kecamatan Manggeng saja tetapi juga jamaah yang berasal dari Kecamatan Lembah Sabil dan Tangan Tangan yang bertetanggaan dengan Kecamatan Manggeng.

Bertindak selaku Khatib yaitu Zaini, yang merupakan salah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Barat Daya (Abdya) dan juga merupakan tenaga pengajar di salah satu Sekolah Tinggi Muhammadiyah Abdya. Khutbah yang disampaikan Zaini dengan tema "puasa membentuk insan kamil yang muttaqin".

Zaini mengatakan konsep insan kamil yang diajarkan oleh Rasulullah ialah bertaqwa menghambakan diri kepada Allah. Ibadah puasa bulan ramadhan yang telah dijalankan selama sebulan diharapkan dapat mendidik orang-orang mukmin menjadi insan-insan kamil yang disiplin dan jujur yang nantinya akan meraih gelar muttaqin. Maka puasa bulan ramadhan yang telah usai semoga menjadi pendidik bagi orang-orang mukmin.

"Jujur dan disiplin akan melahirkan manusia-manusia sukses," kata Zaini.

Puasa mendidik jiwa dan hati orang-orang mukmin untuk memiliki sifat solidaritas sehingga juga dapat merasakan bagaimana saudara-saudara kita tidak makan yang tak berkecukupan.

 "Sungguh tiada didikan, sehebat didikan puasa dalam bulan Ramadhan," tegas Zaini.

Dalam akhir khutbahnya, Zaini menceritakan sebuah ilustrasi dari sebuah negeri yang jika seseorang siap menjadi raja maka ketika masa kepemimpinannya akan habis harus siap dibuang ke sebuah pulau yang hanya dihuni oleh binatang buas dan segala keganasan pulau tersebut.

Maka ketika seorang raja akan habis masa kepemimpinan nya harus mempersiapkan bekal untuk dapat menikmati tempat pengasingan tersebut apakah akan menikmati tanpa keindahan atau menikmatinya dengan kebahagiaan. begitu ilustrasi kehidupan kita ini ketika akan menemui ajal yang mana tempat pengasingan itu adalah liang kubur yang tiada manusia di dalamnya.

"Barang siapa yang mampu memimpin dirinya sendiri maka ia akan mampu menjadi insan-insan kamil yang muttaqin," pungkas Zaini seraya mengingatkan kepada para jamaah sekalian agar mampu memimpin hidupnya dengan baik.

Kontributor: Anhar Rijalulbahri

 

Shared:
Shared:
1