Haedar: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 22 Juni 2017 13:31 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA - Untuk memimpin sebuah negeri diperlukan saja’ah atau berani dalam mengambil risiko, bersamaan dengan itu ada keyakinan bahwa apa yang dilakukannya merupakan sebuah kebenaran. Menteri Kelautan dan Perikanan(KKP), Susi Pudjiastuti, merupakan satu dari sekian pemimpin bangsa yang memiliki sifat tersebut.

Hal demikian disampaikan Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat hadir dan memberikan tausyiyah dalam acara silaturahim dan buka puasa bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di kawasan Widya Chandra Jakarta, Rabu (21/6).

“Jadi orang-orang yang berani, benar, jujur, tulus dan yang ingin melakukan perubahan jumlahnya memang sedikit, tetapi itulah yang dibutuhkan negeri ini, oleh umat dan semesta ini karena ketulusan dan kejujuran akan membuat kita selamat,” papar Haedar.

Seringkali banyak orang menentang sebuah perubahan, termasuk perubahan yang dilakukan oleh kementerian kelautan dalam mengatasi permasalahan kelautan dan perikanan. Menurut Haedar tentangan itu disebabkan oleh alam pikiran seseorang yang mengalami disorientasi.

Dalam Islam terdapat konsep islah atau membangun, bukan hanya sekedar membangun, tetapi lebih dari itu islah ialah membangun dengan tidak menimbulkan kerusakan. Sementara lawan dari islah adalah fasad atau perusak dengan salah satu cirinya yakni isrof atau berlebihan bahkan serakah.

Maka Haedar selalu berpesan kepada para pejabat negara agar menggunakan amanah itu sebaik-baiknya untuk islah. “Membangun yang membawa dampak kemaslahatan untuk orang banyak meski merugikan sebagian orang yang fasad. Ini perlu keberanian moral dan itulah yang ditunggu oleh rakyat dari para pemimpin,” pungkasnya.

Mengajak orang untuk menyelamatkan bangsa dan negara itu merupakan sebuah pendakian dan musuhnya memang berat, namun Haedar menegaskan agar percaya bahwa perbuatan baik itu memiliki jalan sendiri, maka kita harus memiliki keyakinan tersebut. (raipan)

 

 

 

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1