Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah Harus Aktif di Domestik dan Publik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 Juni 2017 12:23 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAGELANG – Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Magelang melaksanakan Darul Arqom pada Senin (19/6) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Magelang. Kegiatan yang belangsung sehari tersebut diikuti oleh 75 peserta yang merupakan kader Nasyitaul Aisyiyah (NA) se- Kabupaten Magelang. Kegiatan yang berlangsung sehari tersebut mengambil tema “Revitalisasi Kader NA Menuju Kabupaten Magelang Berkemajuan”.

Icuk Salabiyati, Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud dari upaya untuk proses kaderisasi dan regenerasi organisasi.

“NA sebagai organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah yang anggotanya terdiri dari perempuan muda perlu terus melakukan konsolidasi dan meningkatkan kualitas serta kapasitasnya. Hal itu penting dilakukan dalam rangka optimalisasi peran para kader sebagai kader persyarikatan, kader umat sekaligus kader bangsa,” ungkap Icuk saat mengisi materi pertama.

Sementara Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari mengatakan bahwa sebuah organisasi akan terlihat eksistensinya melalui sebuah kegiatan yg bermanfaat, dan Nasyiah Magelang telah melakukan poin itu dengan baik.

Kemudian Azizah Herawati, Ketua PD NA Kabupaten Magelang periode sebelumnya mengatakan bahwa kader NA perlu berkontribusi aktif dalam kehidupan domestik dan publik.

“Dalam kehidupan domestik, komunikasi dan pembagian tugas dalam keluarga sangat penting. sedangkan dalam kehidupan publik, kader NA harus menunjukan prestasi dan kontribusi aktif dalam kehidupan nermasyarakat dan berbangsa sesuai dengan potensi masing-masing,” ungkap Azizah ketika menyampaikan materi sesi ke-dua.

Materi berikutnya adalah kesehatan perempuan yang disampaikan oleh Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Yogyakarta Niken Meilani, Niken menyampaikan bahwa perempuan harus menyadari tentang pemenuhan kebutuhan jasmani melalui gaya hidup yang sehat, asupan gizi yang seimbang dan melakukan usaha preventif terhadap penyakit yang rentan dialami perempuan seperti kanker payudara & kanker leher rahim.

“Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui deteksi dini dan menghindari terlalu banyak konsumsi makanan berpengawet,” ujar Niken. (nisa)

 Kontributor: handy

 

Shared:
Shared:
1