Haedar: Pemerintah Harus Mampu Mengelola Perguruan Tinggi dengan Baik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 20 Juni 2017 14:31 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Muhammadiyah adalah organisasi yang menjadikan bidang pendidikan sebagai salah satu bagian paling penting. Oleh karena itu, Muhammadiyah banyak membangun ladang pendidikan seperti sekolah, pondok pesantren hingga Perguruan Tinggi.

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan bahwa konsistensi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan mampu menghasilkan generasi yang cerdas akademik namun tetap paham agama.

“Muhammadiyah memiliki banyak perguruan tinggi yang maju, ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah mampu mengulurkan tangan untuk mengurangi beban negara terkait sektor pendidikan,” ucap Haedar ketika memberikan tausyiah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Senin (19/6) malam.

Menurut Haedar, kesuksesan Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan tinggi ini patut dicontoh oleh pemerintah. Pemerintah harus betul-betul mengelola pendidikan tinggi dengan baik agar mampu menghadapi daya saing bangsa.

Kemudian Busyro Muqoddas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa di dalam sistem pendidikan tinggi, mata kuliah agama memiliki peran penting karena menjadi salah satu asupan untuk membentuk pribadi mahasiswa yang berakhlak baik.

“Pendidikan agama di pendidikan tinggi itu penting, seharusnya tidak boleh mengatakan bahwa adanya mata kuliah agama itu akan menjadi sarang radikalisme, itu tidak tepat,” tegas Busyro.

Menurut Busyro, seharusnya pihak yang mengatakan bahwa adanya mata kuliah agama di pendidikan tinggi dapat menimbulkan sarang agama itu terlebih dahulu harus mengevaluasi sistem pendidikan tinggi tersebut, sebelum mengklaim sesuatu dengan pernyataan yang tidak tepat.

“Pentingnya agama di sistem pendidikan adalah bagian dari konsep pancasila, di mana sila pertama yang menyoal tentang agama. Sehingga agama itu penting, agar terciptanya generasi  yang berintelektual tinggi namun pengetahuan agamanya tidak tandus dan kering,” tutup Busyro. (nisa/adam)

 

Shared:
Shared:
1