Pemuda Muhammadiyah Jabar Gelar Madrasah Kebangsaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 18 Juni 2017 15:10 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat kembali menggelar madrasah kebangsaan, yang kali ini berlangsung di aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM),Jawa Barat, jalan sancang No. 6 Bandung (17/6) Sabtu malam.

Dalam kegiatan ini sendiri di isi oleh Rizal Fadhilah pemateri dari sekretaris PWM Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi dakwah tapi juga memiliki identitas politik.

“Muhammadiyah adalah organisasi dakwah, akan tetapi Muhammadiyah juga memiliki identitas politik, bukan partai politik, karena berkaca pada figur Kh. Ahmad Dahlan yang bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga sebagai negarawan,” paparnya.

Sementara itu di temui di tempat terpisah ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat, Iu Rusliana, menjelaskan bahwa kegiatan yang di inisiasi oleh PWPM ini terlaksana karena Pemuda Muhammadiyah memandang ada tiga elemen distribusi kader Angkatan Muda Muhanmadiyah.

“Kami Pemuda Muhammadiyah memandang bahwa ada tiga elemen distribusi kader angkatan muda muhammadiyah, yaitu keumatan, persyarikatan dan kebangsaan,” paparnya

Lanjut iu, kader – kader harus mengembangkan dakwah di wilayah kebangsaan yang sifatnya politik.

“Madrasah kebangsaan ini ditujukan agar kader – kader mengembangkan dakwah di wilayah kebangsaan yang sifatnya politik, seperti sebagai aktifis partai, penyelenggaraan pemilu KPUD, dalam konteks sebagai pengawas, yang mana ini harus dipersiapkan,” ungkapnya.

Lanjut Iu, ia berharap dengan adanya madrasah kebangsaan ini kader-kader Muhammadiyah di Jawa Barat khususnya dapat merealisasikan politik sebagai ekspresi kesalihan publik.

“Pertama saya ingin kawan – kawan kader merealisasikan politik sebagai ekspresi kesalihan publik, jangan sampai politik di kuasai orang jahat, sehingga melahirkan prodak publik yang baik, ke dua proses transformasi kader di Jabar harus mengisi kelambagaan publik dan yang terakhir dengan adanya transformasi maka peran dakwah Muhammadiyah di bidang politik dan kebangsaan semakin meluas,” pungkasnya. (sahrul hidayat)

Shared:
Shared:
1