Yunahar: Memuliakan Al-Quran Tidak Cukup Hanya dengan Membaca

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 17 Juni 2017 14:48 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Al-Quran adalah kitab suci umat islam yang harus dimuliakan oleh para pemeluknya. Memuliakan Al-Quran bisa dilakukan dengan banyak cara, diantaranya membaca dengan benar, memaknai tiap ayatnya dan mengamalkan inti sari Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Yunahar Ilyas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan bahwa memuliakan Al-Quran menjadi kewajiban bagi tiap muslim. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, sudah semestinya interaksi antara umat islam dengan Al-Quran harus semakin meningkat.

“Kita harus selalu memuliakan Al-Quran dengan menjadikannya sebagai jawaban dari semua masalah, harus taat pada Alquran,” ujar Yunahar, Jumat (16/6) di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta.

Lebih lanjut Yunahar menjelaskan bahwa malam lailatul qadar yang dikenal dengan malam yang lebih baik dari 1000 bulan itu juga wajib diimani karena waktu tersebut juga merupakan waktu turunnya Al-Quran atau lebih dikenal dengan istilah “Nuzulul Quran”.

“Kita kembali mengingat, bagaimana Al-Quran diturunkan yaitu pada 17 Ramahdan, dengan tahap melewati lauhul mahfuz kemudian turun ke baitul izzah, selanjutnya diturunkan ke Nabi Muhammad SAW dengan total kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari,” jelas Yunahar.

Memuliakan dan meneladani Al-Quran, kata Yunahar, juga sudah ditanamkan sejak dini oleh KH Ahmad Dahlan dalam bermuhammadiyah. Sebagaimana teologi populer di Muhammadiyah yakni teologi Al-Maun yang mencontohkan bahwa memuliakan Al-Quran tidak cukup sampai membacanya saja, tetapi juga harus diamalkan.

“Patut untuk diteladani, bahwa kita umat muslim harus tadabur kepada Al-Quran, tidak sebatas membacanya semata, tapi harus diterapkan nilai-nilainya dalam kehidupan agar menjadi sempurna,” kata Yunahar. (nisa)

Shared:
Shared:
1