Abdul Mu’ti: Sekolah Lima Hari Merupakan Strategi Membangun Karakter Anak Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Juni 2017 10:56 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Abdul Mu’ti Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan bahwa pendidikan karakter merupakan amanat undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Sehingga, kebijakan sekolah lima hari dan delapan jam merupakan strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam membangun karakter anak bangsa.

Mendikbud, lanjut Mu’ti berencana mengeluarkan kebijakan tersebut lantaran melihat banyak masalah yang timbul karena kurang efektifnya sistem sekolah sekarang ini. Misalnya, banyaknya waktu luang di luar kegiatan sekolah dan terdapat masalah akademik dan administrasi keguruan. 

"Karena itu kebijakan Mendikbud diharapkan dapat mengatasi persoalan-persoalan tersebut dengan memaksimalkan peran guru, tenaga kependidikan, dan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat," terang Mu’ti, Jumat (16/6).

Mu'ti mengatakan, kebijakan tersebut nantinya akan berdampak terhadap penyelenggaraan pendidikan formal dan non-formal termasuk lembaga pendidikan Muhammadiyah, seperti madrasah, diniyah, dan pesantren dalam bentuk boarding school.

Terkait hubungannya dengan kebijakan Pemerintah, Muhammadiyah menurut Mu’ti senantiasa berusaha mematuhi hukum dan aturan yang berlaku kecuali bertentangan dengan Islam. "Sekolah lima hari adalah masalah strategi, bukan substansi. Karena itu Muhammadiyah menyikapi secara proporsional," tegas Mu’ti. (adam)

Shared:
Shared:
1