Program Pascasarjana Harus Jadi Center of Excellence

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Juni 2017 10:35 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Program pascasarjana sudah seharusnya menjadi center of excellence bagi sebuah perguruan tinggi. Hal tersebut bisa tercermin pada alumni Pascasarjana yang memenuhi standar akademik yang ditentukan. Selain itu, alumni Pascasarjana juga bisa saling bersinergi untuk mencari solusi dan memecahkan problem akademik dari program pascasarjana sendiri. 

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sri Atmaja P. Rosidi saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Pascasarjana pada hari Rabu sore (14/6) di Ruang Amphitheater lantai 4 gedung Pascasarjana UMY. Komisariat Alumni Pascasarjana tersebut terdiri dari lulusan magister dan juga doktor lulusan Pascasarjana UMY dan berada di bawah pengurusan Keluarga Alumni UMY (KAUMY) Pusat.

"Program Pascasarjana dituntut untuk menjadi center of excellence, dimana pertama lulusan Pascasarjana harus memenuhi standar akademik yang ditentukan. Misalnya untuk mahasiswa Doktor harus memiliki publikasi internasional. Tujuannya adalah selain sebagai standar akademik di sana juga ada kepentingan institusional, karena untuk akreditasi yang ditanyakan adalah publikasi, sitasi, dan seberapa banyak universitas mampu melahirkan karyanya dalam jurnal bereputasi. Untuk itu Direktorat Pascasarjana UMY akan mengambil langkah-langkah strategis supaya hal ini tidak menjadi hambatan bagi kita," ujar Sri.

Sri kemudian melanjutkan, yang kedua berkaitan dengan standar pengelolaan. "Program pasca di UMY ini bisa dikatakan tidak baru namun kita masih mencari bentuk pengelolaan yang paling tepat. Kenapa demikian? karena kalau kita melihat ke perguruaan tinggi lainnya, program S2 dan S3 dikelola oleh fakultas masing-masing dan pasca hanya mengelola program-program yang sifatnya multi disciplinary atau program yang memang tidak ada induknya,” ucap Sri.

Hal ketiga yang harus diperhatikan pula oleh program Pascasarjana untuk menjadi center of excellence yakni, tidak boleh sama dengan S1 dan harus memiliki prestasi yang lebih dari prodi di S1. "Jadi nanti disertasi dan tesis yang dihasilkan di pasca harus berkontribusi kepada umat dan secara khusus kepada persyarikatan. Dalam hal ini mahasiswanya harus berfokus pada hal yang bisa memberikan kontribusi, bukan hanya sekedar memenuhi kredit dan kewajiban akademik," papar Sri lebih lanjut.

Selain itu, isu internasionalisasi pascasarjana juga turut disampaikan oleh Sri. "Banyak perguruan tinggi yang juga memiliki prodi magister yang sama dengan yang ada di UMY, namun kita harus memiliki keunggulan yang membedakan dengan yang lainnya. Ini yang akan kita coba gali agar bisa menjadi resource bagi kemajuan keilmuan, terlebih lagi untuk kemajuan bangsa dan negara," tutup Sri. (adam)

 

Shared:
Shared:
1