Tanggapi Konflik Qatar, Haedar Desak Pemerintah Indonesia Mainkan Peran Politik Bebas Aktif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 12 Juni 2017 12:54 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir turut menanggapi ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Ketegangan yang terjadi tersebut dinilai Haedar semakin parah setelah adanya pemutusan hubungan diplomatik oleh sembilan negara atas tuduhan Qatar mendukung aksi terorisme.

Haedar berharap pemerintah Indonesia dapat memainkan peran politik bebas aktif dan mengambil inisiatif untuk menjembatani negara-negara tersebut. “Pemerintah harus mampu memainkan fungsi politik bebas aktif dan proaktif, untuk menyelesaikannya diperlukan mediasi,” ujar Haedar, Ahad (11/6) di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta.

Haedar optimis Pemerintah Indonesia mampu memulihkan hubungan diplomatik negara-negara Arab dengan Qatar. Hal ini, menurut Haedar, berkaca dari pengalaman sebelumnya, di mana Presiden Joko Widodo mampu berperan aktif memediasi ketegangan hubungan Arab Saudi dan Iran pada 2016.

Selain itu, Haedar beranggapan bahwa Indonesia saat ini dapat menggunakan posisi strategisnya sebagai anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). “Posisi di OKI manfaatkan sebagai sarana politik Presiden Jokowi. Kekuatan Indonesia masih diperhitungkan di OKI,” tegas Haedar.

Haedar mendesak agar konflik ini dapat segera diselesaikan. Jika tidak, ketegangan antar negara Arab yang kerap terjadi dapat menimbulkan bencana bagi negara-negara kawasan lainnya. “Jangan biarkan Timur Tengah menjadi kancah baru untuk pertarungan geopolitik yang akhirnya menimbulkan bencana kawasan. Karena itu merugikan semua,” pungkas Haedar. (adam)

 

Shared:
Shared:
1