UM Surakarta Membuka Sekolah Vokasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 02 Mei 2012 09:41 WIB

 

Surakarta- Universitas Muhammadiyah Surakarta membuka program baru yang dinamakan Sekolah Vokasi. Sekolah Vokasi berbeda dengan program yang telah ada karena aktivitasnya lebih bersifat sebagai pendidikan keahlian. Lulusan yang dihasilkan adalah tenaga trampil yang diharapkan dapat langsung diserap di dunia kerja.

 

Supriyono selaku Direktur Sekolah Vokasi, mengatakan bahwa sekolah vokasi UMS ini ada kemiripan dengan pendidikan di Fakultas Teknik (FT). Namun, masa studi hanya 1 tahun. “ Lulusannya nanti setara Diploma 1,“ katanya, Rabu (02/05/2012). Sekolah vokasi bertujuan untuk membantu mengurangi penggangguran.

 

Sekolah yang didirikan akhir tahun 2011 ini memiliki 3 program studi yaitu Alat Berat, Manufaktur, dan Otomotif. Sekolah vokasi ini tidak hanya diperuntukan bagi pendaftar lulusan SMA/ SMK, namun juga bisa dari S1.  “Materi – materi yang diajarkan tidak jauh berbeda yang ada di Fakultas Teknik, namun kebanyakan merupakan praktek,“ ujar Supriyono.

 

Sekolah ini diselenggarakan bekerja sama dengan banyak pihak untuk penyaluran peserta program yang telah lulus nanti. Di antara kerjasama yang telah dibentuk adalah dengan PT Persada Nusantara, United Tractors, Workshop Manufakturing UNTAG Surabaya dalam bidang manufaktur, dengan BLKI Surakarta dalam bidang otomotif, dan dengan UT School, PT Pama Persada Nusantara, PT Sapta Indra Sejati, BLKI Surakarta dalam bidang Alat Berat.

 

Biaya yang dikeluarkan untuk studi di sekolah vokasi ini sebesar Rp 7.500.000 (Alat Berat), Rp 6.500.000 (Manufaktur), dan Rp 3.500.000 (Otomotif) ditambah Rp 1.000.000 untuk dana pengembangan. “Saya berharap agar sekolah vokasi ini disambut masyarakat dengan baik, dan agar mampu menjembatani dalam dunia kerja,” tutup Supriyono. Informasi pendaftaran sekolah vokasi ini dapat dilihat di http://pmb.ums.ac.id/2012/sekolahVokasi.


Keberadaan Sekolah Vokasi ini menambah ragam program pendidikan yang diselenggarakan UMS. Sebelumnya telah ada program studi reguler, program double degree, program kelas internasional (RSBI), program profesi, program ganda, program sarjana plus magister, dan program pasca sarjana (RN/ ID).

Shared:
Shared:
1