Integritas dan Produktifitas, Kunci Pemuda Muhammadiyah Mengkampanyekan Gerakan Anti Korupsi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 12 Juni 2017 11:01 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Salah satu upaya Pemuda Muhammadiyah dalam mengkampanyekan gerakan anti korupsi ialah dengan menyematkan simbol anti korupsi, seperti kaos atau yang lainnya, ke banyak pejabat negara. Ini dimaksudkan agar yang bersangkutan dapat terus berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak tersebut.

“Ini adalah cara Pemuda Muhammadiyah mengingatkan (pejabat negara), kami sematkan simbol-simbol itu supaya mereka nyaman dan mulai berani menolak praktik-prakti korupsi, setelah disematkan baju tersebut kemudian kami foto dan kami unggah di media sosial,” papar Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, dalam sambutan pembukaan Konvensi Anti Korupsi Jilid II, Sabtu (10/6) malam di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah Menteng Raya Jakarta Pusat.

Gerakan anti korupsi yang diinisiasi oleh Madrasah Anti Korupsi PP Pemuda Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan kebudayaan yang ditujukan untuk menjadikan gerakan tersebut sebagai fashion atau gaya hidup masyarakat juga tentu pejabat negara.

“Saya sering menyampaikan satu hadis yang Rasul pernah ditanya oleh seorang sahabat tentang agama dan dikatakan bahwa agama adalah akhlak yang baik. Dalam konteks gerakan anti korupsi itulah yang kami sebut integritas. Oleh karena itu Madrasah Anti Korupsi adalah sekolah integritas bagi Pemuda Muhammadiyah,” ujar Dahnil.

Ada sebuah persepsi yang mengatakan bahwa anti korupsi itu miskin atau tidak berkecukupan. Padahal itu tidak benar, faktanya menurut Dahnil, Pemuda Muhammadiyah hari ini memiliki lebih banyak dana dari sebelumnya. Hal itu menurutnya adalah karena Pemuda Muhammadiyah memegang erat integraitas, sehingga orang mudah untuk memberikan amanah kepada Pemuda Muhammadiyah.

Meski demikian, menurut Dahnil integritas juga harus dibarengi dengan produktifitas karena dalam Islam, seseorang tidak boleh menjadi miskin. Hal itu juga dikatikan dengan fakta bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat.

“Maka kawan-kawan sekalian hari ini kita ingin meneguhkan kembali profil Pemuda Muhammadiyah melalui Madrasah Anti Korupsi, bagaimana kita sama-sama merawat integritas sebagai anak muda dan meninggikan produktifitas,” tutup Dahnil.

Konvensi Anti Korupsi Jilid II dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah seluruh Indonesia. Pada kesempatan itu juga hadir Agus Raharjo, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (raipan)

Shared:
Shared:
1