Perkuat Silaturahim, Keluarga Muhammadiyah IPB Adakan Buka Puasa Bersama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 11 Juni 2017 14:21 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BOGOR – Bulan ramadhan merupakan bulan istimewa yang seringkali dijadikan sebagai momen seseorang untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas ibadahnya. Bulan ramadhan juga seringkali dijadikan sebagai waktu yang tepat sebagai ajang berkumpul dengan keluarga, saudara ataupun teman dalam rangka menjalin dan memperkuat tali ikatan persaudaraan.

Seperti halnya yang digagas oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)Institut Pertanian Bogor (IPB) di momen ramadhan tahun ini, Kamis (8/6) IMM IPB menyelenggarakan Buka Shoum Bersama Keluarga Muhammadiyah IPB yang bertempat di Ruang Kuliah Pinus, Fakultas Pertanian, IPB, Dramaga, Bogor.

Kegiatan tersebut diisi dengan kajian, sharing, dan santap hidangan buka bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh sekrtaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)Kota Bogor, Muhammad Fauzanpembina UKM Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM)IPB, pimpinan, anggota, dan alumni IMM IPB, serta perwakilan dari UKM TSPM IPB.

Abdul Rasyid Ketua PK IMM IPB dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan. “Alhamdulillah, kita dapat berkumpul disini bersama Keluarga Muhammadiyah IPB. Kegiatan ini, kalau tidak salah, merupakan kegiatan yang pertama kali kita adakan,” ungkap Rasyid.

Hal senada juga diungkapkan Deni Lubis yang juga merupakan Dosen Ekonomi Syariah IPB. “Selama enam tahun terakhir saya di IPB, baru kali ini ada acara kumpul bareng keluarga Muhammadiyah IPB. Semoga dengan ini kita dapat memperkuat ikatan ukhuwah Muhammadiyah di IPB,” tuturnya.

Selain itu Denijuga menyampaikan semangat ber-Muhammadiyah. Ia juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah senantiasa membawa 3 nilai dalam gerakan dakwahnya yaitu Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan.

Selain itu, dalam ber-muhammadiyah juga harus senantiasa menjaga tali ukhuwah sesama warga Muhammadiyah, karena dengan demikian, akan terwujud ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, hingga ukhuwah basyariyah.

“Sebelum kita berbicara yang besar tentang ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah, kita mulai dulu lah dengan yang kecil, memperkuat ukhuwah Muhammadiyah dan ukhuwah islamiyah,” jelas Deni.

Kontributor :Sulthon Arif Rakhman

 

Shared:
Shared:
1