UMM Dome Kini Dilengkapi ICU Mini Berstandar Fasilitas Kesehatan Utama Presiden

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 10 Juni 2017 16:21 WIB

MALANG, MUHAMMADIYAH.OR.ID -- Lazimnya, kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI) ke daerah sekaligus diiringi berbagai standar perlengkapan dan fasitilitas kepresidenan, termasuk standar fasilitas kesehatan dan tim medis. Namun, lain halnya dengan lawatan Presiden Joko Widodo ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akhir pekan lalu (3/6).

Seusai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menilik kelengkapan fasilitas di Rumah Sakit (RS) UMM sehari sebelum kedatangan presiden (2/6), mereka pun memutuskan tak menerjunkan tim kesehatan lengkap seperti biasa. RS UMM pun lantas ditunjuk menjadi fasilitas kesehatan utama. “Setelah diperiksa oleh Paspampres, meninjau fasilitas dan kelengkapannya, lalu RS UMM ditunjuk jadi fasilitas kesehatan utama,” ujar wakil direktur RS UMM, dr Thontowi Djauhari NS MKes.

Selain itu, merujuk pada surat edaran yang mengharuskan adanya ruang kesehatan dengan fasilitas lengkap, maka RS UMM pun menyiapkan sebuah ruangan di ujung basement dome dengan fasilitas setara ICU. “Kami menyebutnya ICU mini, karena fasilitasnya standar ICU, bukan sekedar IGD,” lanjut Thontowi.

Peralatan standar ICU tersebut yakni adanya ventilator, alat hisap, peralatan akses vascular, peralatan monitor unvasif dan non-invasif, defibrillator atau alat pacu jantung, alat pengatur suhu, peralatan drain thorax, pompa infus dan syringe, lampu tindakan, tempat tidur khusus, serta peralatan portable untuk transportasi.

ICU mini ini juga dilengkapi dengan seperangkat lembar observasi dan rekam medik. “Kami juga menyiapkan gelang bertuliskan nama Joko Widodo, andai tadi Pak Presiden ingin menilik ke sini,” ujar Thontowi.

Meski dibangunnya ICU mini di basement UMM dDome diawali standar peraturan protokoler presiden, namun ternyata fasilitas ini dinilai baik untuk fasilitas kesehatan di area dome. “Jadi, kami putuskan ruangan dan fasilitas ini akan tetap di sini, tak dibongkar. Sehingga, ketika ada kegiatan mahasiswa atau kegiatan lain, fasilitas ini bisa tetap digunakan sebagai penunjang fasilitas kesehatan,” pungkas Thontowi. (ich) (dzar)

Shared:
Shared:
1