Sekolah Muhammadiyah Harus Ciptakan Sekolah yang Kompetitif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 09 Juni 2017 19:37 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendi, menggelar silaturahim dan buka puasa bersama keluarga besar Muhammadiyah DKI Jakarta bertempat dirumah dinasnya di kawasan Widya Chandra Jakarta, Kamis (8/6).

Dalam kesempatan itu, Muhadjir menyampaikan hal penting dihadapan para Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta dan pengurus PDM se-DKI Jakarta, tentang perkembangan Muhammadiyah di DKI Jakarta terutama dalam bidang pendidikan.

“Saya tahu anggaran pendidikan di DKI sangat besar, tapi kok bagaimana ceritanya ada sekolah Muhammadiyah yang tidak terurus dan saya minta kalau bisa ada sekolah (Muhammadiyah) unggulan di DKI ini untuk semua jenjang,” ujar Mendikbud yang juga Ketua PP Muhammadiyah ini.

Ia melanjutkan agar Muhammadiyah DKI Jakarta menciptakan sekolah yang kompetitif, paling tidak sejajar dengan sejumlah sekolah swasta lainnya yang cukup berkualitas. Sehingga, lanjut Muhadjir, sekolah Muhammadiyah di Jakarta betul-betul menjadi pilihan bagi warga Muhammadiyah maupun umat yang memiliki kesadaran tinggi di bidang pendidikan terutama pendidikan agama.

Tanpa menganggap bahwa sekolah Muhammadiyah di DKI tidak bagus, namun mantan rektor UMM ini berharap agar sekolah-sekolah tersebut dapat meng-upgrade atau meningkatkan kualitasnya menjadi lebih baik.

Selain itu pihaknya juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang meningkatkan kualitas pendidikan dan mulai tahun ajaran baru nanti akan diberlakukan program 8 jam di sekolah. Maka ia meminta sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jakarta dapat beradaptasi dengan program tersebut.

Program ini nantinya masih opsional mengingat banyak pihak yang belum faham bagaimana progam ini akan berjalan. Meski anak akan berada di sekolah selama 8 jam tetapi juga tidak akan selama itu berada di kelas, akan lebih banyak aktifitas di luar dengan berbagai sumber dari lingkungan yang bisa dimanfaatkan untuk belajar.

“Pasar pun bisa jadi sumber belajar, museum bisa jadi sumber belajar, masjid dan perpustakaan juga bisa jadi sumber belajar. Jadi kita ingin mengoptimalkan lingkungan sebagai sumber belajar. Maka saya harap ini menjadi titik tolak kita untuk membuat generasi kita jauh lebih baik di masa yang akan datang” tutupnya.(raipan)

 

 

Shared:
Shared:
1