Nasyiatul Aisyiyah Purworejo Gelar Ramadhan Super Camp

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 09 Juni 2017 11:04 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOREJO – Nasyiatul Aisyiyah (NA) memiliki peran yang sangat penting dalam roda pergerakan persyarikatan Muhammadiyah. Memasuki usianya yang menjelang 9 dekade atau lebih tepatnya 88 tahun, Nasyiatul `Aisyiyah telah berkiprah dan berperan serta mendidik putri Muhammadiyah dan kaum perempuan secara umum.

NA dituntut untuk memiliki sekian banyak kompetensi yang menopang jalannya roda pergerakan organisasi. Muktamar XIII Nasyiatul Aisyiyah telah mengamanahkan gerak NA untuk tidak hanya memberikan layanan kepada kader. Namun, harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Hal tersebut telah dituangkan dalam tema Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa.

Arah kebijakan organisasi NA tersebut memerlukan komitmen yang kuat disertai kompetensi yang tinggi dari kader. Hal tersebut diharapkan berimplikasi pada profesionalisme roda organisasi. Akan tetapi demikian berdasarkan laporan setiap daerah, problematika mendasar yang saat ini dihadapi oleh NA di berbagai level pimpinan mulai lemahnya proses kaderisasi baik secara kuantitas maupun kualitas. Lambatnya proses kaderisasi merupakan permasalahan disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Lemahnya daya dung (support system) dari Muhammadiyah maupun `Aisyiyah terhadap proses kaderisasi NA merupakan factor intrinsic yang memerlukan koordinasi dan konsolidasi untuk menguraikan benang-benang permasalahan kaderisasi NA.

Disampaikan Nur NgazizahKetua Pimpinan Daerah NA Purworejo mengatakan common issue yang saat ini berkembang dalam pola pikir dan gerak NA adalah bagaimana mengembangkan pendidikan bagi perempuan muda yang berkemajuan secara integrative-holistic.

“Model pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keilmuan dan kebangsaan yang merupakan pengejawantahan dari pendidikan profetik merupakan upaya yang harus terus digalakkan untuk mendidik dan meningkatkan kapasitas kader NA. Internalisasi nilai-nilai pendidikan profetik tersebut merupakan upaya sepanjang hayat yang harus dilakukan secara personal kader maupun  secara institusional,” ungkap Nur, Kamis (8/6).

Bulan Ramadhan sebagai bulan peningkatan amal ibadah dan kebaikan juga merupakan bulan yang digunakan sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan kader baik dalam hal kapasitas internal maupun organisasional.

“NA berusaha dan berinisiatif untuk memanfaatkan bulan Ramadhan untuk membina kader di setiap level pimpinan, mulai dari cabang, daerah maupun wilayah dengan pencanangan gerakan “Ramadhan Training Nasyiah (RATNA),” jelas Nur.

NA Purworejo selain menyelenggarakan RATNA juga mengadakan pesantren kilat dan parenting. “Ini merupakan upaya NA untuk bersinergi dengan amal usaha Muhammadiyah dalam bidang pendidikan untuk mensyiarkan Ramadhan ini dengan mendampingi anak mengenal dirinya dan mendampingi orang tua mengenali masa awal baligh bagi anaknya.,” tutur Nur.

Keseluruhan agenda yang ditujukan guna menjawab tantangan NA tersebut dirangkum dalam tajuk Ramadhan Super Camp Nasyiatul `Aisyiyah yang akan diselenggarakan pada 11-16 Juni 2017 pada beberapa Amal Usaha Pendidikan Dasar dan basis kader pada cabang yang telah terbentuk di Purworejo.

Kontributor: Akhmad Musdani

 

 

Shared:
Shared:
1