Haedar: Pendidikan Harus Menciptakan Khoiru Ummah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 08 Juni 2017 10:48 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA ‒ Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan dalam membangun risalah peradaban,  kita harus menetapkan pendidikan dalam sebuah koridor yang fundamental. Contohnya sesuai dengan wahyu pertama yang duturunkan Allah kepada Rasulullah dalam (QS. Al-‘Alaq : 1-5) yang berbunyi “iqra”.

Hal itu disampaikan oleh Haedar dalam acara Safari Ilmu di Bulan Ramadhan (SAMUDRA) yang dilaksanakan di lantai satu masjid kampus Univeritas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (7/6).

Menurut Haedar kataiqra merupakan sebuah kata kunci dari pendidikan dan peradaban, dan juga memiliki makna tafakur atau berpikir. Dalam pendidikan Islam harus memiliki karakter tanwil yaitu takhrij minnadzulumaati ila annur. Artinya pendidikan harus mengeluarkan umat dari kebodohan menjadi insan berkemajuan.

“Orang yang berpendidikan harus menjadi khoiru ummah atau sebaik-baik manusia. Adapun khoiru ummah tersebut adalah orang yang bertaqwa yaitu yang memiliki kualitas terbaik yang dapat menjadi insan berkemajuan,” ungkap Haedar.

Lanjut Haedar, sedangkan ciri-ciri dari orang bertaqwa yaitu memiliki tauhid yang lurus, tidak hanya tertuju pada Allah saja melainkan juga ihsan kepada ummat atau manusia. Kemudian relijius atau sholeh, selalu baik hatinya hingga mendapat ujian. “Adapun ketangguhan dari orang sholeh ini ketika mampu melawan hawa nafsu ketika sedang sendiri,” terangnya.

Selain itu, Haedar juga menambahkan bahwa ciri lain dari orang bertaqwa adalah memiliki karakter, diantaranya adalah mandiri dan tidak mudah goyah. Kemudian, menjalankan tradisi literasi atau iqra’ yaitu memabaca, memiliki etos kerjanya tinggi, serta dapat berperan sebagai ”rahmatal lil’alamin”, dan ketika sukses Ia mampu menjadi orang yang bermanfaat untuk ummat. (tuti)

 

 

Shared:
Shared:
1