Haedar Sebut Enam Tugas Terberat UKP PIP

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 08 Juni 2017 10:33 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Presiden Joko Widodo, Rabu (7/6) melantik sembilan orang sebagai Dewan Pengarah dan seorang sebagai Eksekutif Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta. 

Kesembilan Dewan Pengarah, yakni Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Ahmad Syafii Ma'arif, Said Aqil Sirodj, Ma'ruf Amin, Muhammad Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe dan Wisnu Bawa Tenaya. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi langkah pemerintah dalam membentuk UKP PIP yang terdiri dari berbagai tokoh tersebut, dan  diharapkan mampu memberi  kontribusi bagi penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara.

Haedar mengatakan tugas terberat sungguh menanti di hadapan para tokoh yang tergabung dalam UKP PIP. Haedar menyebutkan enam tugas terberat yang sekiranya dapat menjadi perhatian seluruh anggota UKP PIP.

Pertama, Pancasila dengan lima nilai mendasar dalam setiap silanya harus tetap diletakkan sebagai dasar negara, tidak lebih dan tidak kurang. “Kedua, sebagai konsekuensi dari hal pertama, jangan terjadi konseptualisasi yang utopis atau utopia dari Pancasila seperti pada era Orde Lama atau sebaliknya menjadi serba teknis seperti pada Orde Baru,” ungkap Haedar ketika dihubungi pada Kamis (8/6).

Ketiga, kendati ada spirit ideologisasi dengan terbetuknya UKP PIP, Haedar berharap jangan mengulangi Orde Baru, di mana Pancasila menjadi alat pemukul politik yang disalahgunakan oleh rezim atau siapapun. Keempat, Pancasila harus tetap menjadi ideologi terbuka dan jangan dibawa pada sikap ideologis monolitik dan hegemoni kekuasaan.

“Kelima, tugas terberat UKP PIP ialah mentransformasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam seluruh sistem penyelenggaraan negara dan  aparatur negara, termasuk di  struktur penegakkan hukum dan partai politik,” jelas Haedar.

Terakhir, Haedar berharap UKP PIP dapat memelopori gerakan keteladanan dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan dalam teori dan retorika tetapi dalam praktik kehidupan nyata.

“Para tokoh UKP PIP juga akan disoroti dan dituntut uswah hasanah nya sebagai sosok-sosok kata sejalan tindakan dalam kehidupan bangsa dan negara sebagai buah mempraktikkan Pancasila,” pungkas Haedar. (adam)                       

 

Shared:
Shared:
1