Azyumardi Azra: Ormas Islam Perlu Memperkuat Jati Diri Islam Indonesia Wasathiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 07 Juni 2017 20:17 WIB

TANGERANG SELATAN, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Pembangunan atau modernisasi yang menemukan momentum sejak masa orde baru juga tidak mampu mengubah jati diri Islam Wasathiyyah Indonesia.

Hal itu disampaikan Azyumardi Azra saat menjadi narasumber dalam Pengkajian Ramadhan 1438 H yang digelar PP Muhammadiyah, di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Selasa (6/6).

Menurutnya, Intensifikasi keislaman di Indonesia dalam proses modernisasi tidak hanya meningkatkan pendidikan kaum Muslimin, sekaligus memunculkan konvergensi keagamaan.

“Tantangan serius terhadap Islam wasathiyah Indonesia justru mulai muncul secara terbuka sejak masa pasca-Orde baru yang ditandai demokrasi dan liberalisasi politik,” ujarnya.

Ketidaksesuaian itu menurut mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini bahwa Islam Indonesia Wasathiyah dengan paham dan praksis Islam Transnasional eksklusif pertama-tama terlihat dari padadigma ke-Islamannya.

“Paham praksis Islam transnasional bersifat literal dan eksklusif yang dengan mudah menjerumuskan para pengikutnya ke dalam ekstrimisme dan radikalisme,” kata dia.

Jika Islam Wasathiyah Indonesia dengan karakter inklusifnya telah menerima empat prinsip dasar dalam negara-bangsa Indonesia, yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka tunggal Ika, sebaliknya gerakan transnasional eksklusif mengimpikan dawlah Islamiyah dan/atau khilafah.

“Ormas-ormas Islam yang memegangi jati diri wasathiyah seperti NU dan Muhammadiyah serta masih banyak lagi ormas berpaham sama di seantero negeri ini jelas memiliki peran krusial dalam menjaga keutuhan negara – bangsa Indonesia.”, papar  Staf khusus wakil Presiden RI ini.

“Karena itu, ormas-ormas ini perlu senantiasa memperkuat jati diri Islam Indonesia wasathiyah”, tambahnya. (dzar)

Shared:
Shared:
1