Dahnil: Kader Muhammadiyah Harus Mampu Merawat Akhlak dan Integritas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 07 Juni 2017 12:41 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan bahwa berkemajuan bukanlah sebagai simbol-simbol modernisasi, melainkan watak individu yang dapat merawat akhlak yang baik sehingga dapat menciptakan pribadi yang berintegritas dan produktif.

Selain itu, Dahnil juga menjelaskan dalam watak berkemajuan mengandung  dua prinsip di dalamya, yaitu watak yang berintegritas dan produktif. “Watak dan integritas warga negara Indonesia masih tergolong rendah. Bangsa ini memiliki orang-orang yang cerdas namun hanya sedikit dari mereka yang memiliki integritas dan dapat merawat akhlanya agar menjadi akhlak yang baik,” ucap Dahnil saat memberikan kultum menjelang shalat tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Selasa (6/6).

Dahnil juga beranggapan bahwa akhlak yang baikpun juga harus memiliki etika, dicontohkan Dahnil yaitu ibarat orang shalat di masjid hanya mengenakan sarung yang menutupi pusar hingga mata kaki, namun tidak memakai baju, secara syariat itu memang diperbolehkan namun sekaligus dipandang tidak memiliki etika. “Dalam beribadah tidak mungkin pegangannya hanya syariat saja, namun syariat tersebut harus dijalani dengan etika yang baik pula,” jelas Dahnil.

Selain menjelaskan integritas  Dahnil juga menjelaskan terkait produktifitas. Ia mencontohkan tindakan yang dilakukan oleh Abu Bakar As Sidiq yang rela menisbahkan seluruh hartanya di jalan dakwah. “Mengapa sahabat seperti Abu Bakar memiliki tradisi sedekah yang luar biasa, hal itu disebabkan karena beliau meiliki kecintaan yang besar terhadap agama Allah dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya,” ungkap Dahnil.

Dahnil menyebutkan yang dimaksud produktif yaitu mampu mempercayai kemampuan diri sendiri dan percaya pula ketika bisa memberikan banyak hal.

“Untuk dapat sukses seorang muslim harus dapat merawat akhlak dan integritas yang baik, yang kemudian meletakkanya di akal dan hati, jika tidak maka kader-kader Muhammadiyah akan penuh dengan akrobat-akrobat syariah, dan memanipulasi hukum,” pungkas Dahnil. (lukman)

 

 

 

Shared:
Shared:
1