Din: Ummatan Wasathon Itu Moderat yang Adil juga Seimbang

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 06 Juni 2017 06:12 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ummatan wasathon atau umat penengah difahami oleh sebagian kelompok sebagat umat yang moderat yang kemudian turut menjadi pembicaraan di tingkat internasional. Namun kata moderat tidak cukup memadai untuk memaknai ummatan wasathon, maka untuk mewakilinya ditambahkan dengan kata keadilan atau keseimbangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2010-2015 pada Pengkajian Ramadhan 1438 H PP Muhammadiyah yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Senin (5/6).

“Tidak bisa hanya moderat, apalagi jika dibawa ke prinsip multikulturalisme dan prularisme yang salah kaprah. Saya mengamati ada kerancuan dalam pemaknaan wasathiyah di kalangan umat Islam, apalagi non-muslim. Jadi lebih cocok moderation and balance, jadi jalan tengah tapi justru ada keseimbangan, itulah wasit,papar Din.

Din juga menekankan akan pentingnya memahami makna wasathiyah dengan benar, agar tidak menjadi salah kaprah. Dalam hubungan antar umat beragama, Islam sangat jelas, laakum dinukum waa liyadin, tidak memasuki wilayah agama orang lain.

“Begitu juga dengan sesama muslim tidak perlu ngotot-ngototoan atau ngeyel-ngeyelan (dalam berpendapat), apalagi (sampai) merusak ukhuwah Islamiyah, jadi hal semacam ini perlu kita perhatikan”, tambah Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu.

Beberapa kriteria wasathiyah, lanjut Din, memang memiliki unsur moderasi tidak terjebak pada fanatiseme, karena sesuatu yang cenderung ke kanan atau ke kiri itu akan menjadi ektrimitas yang kemudian melampaui batas. “Jadi wasathiyah adalah medium position, yang berada di tengah. Maka selain berarti jalan lurus juga mengandung arti jalan tengah”, pungkas Din. (raipan)

Shared:
Shared:
1