Aktualisasi Gerakan Islam Berkemajuan, Muhammadiyah Tampil Menawarkan Gagasan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 03 Juni 2017 10:13 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL ‒ Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah mengungkapkan bahwa dalam manhaj Islam berkemajuan yang diangkat dari buku Kiai Suja’ tentang Islam berkemajuan di masa awalmemiliki5 fondasi Islam. Pertama, yaitu berakidah Islam yang murni sebagai spirit berkemajuan. Bentuk implikasinya adalah jiwa merdeka, emansipasi, optimisme, percaya diri yang merupakan makna tauhid yang murni.

Kedua, berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah atas dasar pemahaman yang luas, mendalam, menyeluruh dan multidisiplin. Ketiga, beramal sholeh yang solutif dan fungsional, dan senantiasa aktif bergerak, Keempat bersikap terbuka di tengah prulalisasi. Dan kelima, berorientasi pada masa depan atau menuju akhirat.

“Dengan tauhid yang murni orang terdorong untuk maju dengan berprinsip pada Al-Qur’an dan sunnah, kemudian dengan prinsip amal sholeh yang fungsional itu maka Muhammadiyah terus mengembangkan amal usahanya,” terang Mu’ti dalam Pengajian Ramadhan 1438 H PP Muhammadiyah yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jum’at (2/6) kemarin.

Mu’ti juga menambahkan bahwa kecendrungan gerakan Islam saat ini diantaranya adalah gerakan yang reaktif, sporatif, ekstrim, konservatif, simbolis dan demonsratis. Kemudian untuk mengaktualisasikan gerakan Islam berkemajuan yang berdasarkan manhaj maka Muhammadiyah melakukan beberapa gerakan, diantaranya adalah gerakan Islam yang berbasis ilmu, dimana Muhammadiyah tampil menjadi kelompok yang menawarkan gagasan, pemikiran-pemikiran atau pembaharuan, atau ide yang dapat mencerdaskan umat dan memperbaiki Negara.

Selain itu adalah gerakan yang mampu berjejaring, dengan mengangkat istilah Al-‘urwah Al-wusqo yang merupakan kekuatan berjejaring Muhammadiyah yang telah dibangun sejak awal. “Adapun bentuk gerakan lainnya adalah yang bersifat partisifatory, dengan mencari model gerakan yang merupakan bentuk ijtihad amaly yaitu mengembangkan gerakan berupa amaliyah, konstruktif dan real yang dapat diterima langsung oleh masyarakat,” pungkas Mu’ti. (tuti)

Shared:
Shared:
1