Muhammadiyah Harus Kembali Membangkitkan Kesadaran Enterpreneur

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 02 Juni 2017 16:31 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Herry Zudianto Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah mengungkapkan bahwa pada Muktamar Muhammadiyah di Makasar tahun 2015 lalu,  secara resmi, memutuskan pilar ke tiga Muhammadiyah adalah ekonomi, setelah pendidikan dan kesehatan.

“Itu adalah bentuk penyadaran kembali bahwa jika kita ingin menjadi organisasi yang mandiri dan independent, harus kuat secara ekonomi,” terang Herry, Jumat (2/6) dalam Acara Pengajian Ramadhan 1438 H PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Herry menyatakan KH Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah adalah seorang enterpreneur atau pedagang. Dan wacana ekonomi keumatan Muhammadiyah, sudah diwacanakan jauh-jauh hari.

“Muhammadiyah, jauh sebelum Jepang masuk, KH Mas Mansyur yang saat itu sebagai pimpinan Muhammadiyah pernah ingin mendirikan Bank Muhammadiyah, pada kongres Muhammadiyah tahun 1937,” ungkap Herry.

Hal tersebut dicanangkan KH Mas Mansyur karena Ia menyadari bahwa Muhammadiyah  memiliki tenaga kerja dan pasar, namun belum memiliki lembaga untuk mengelola itu semua. “Namun, wacana itu layu sebelum berkembang,”  kata Herry.

Menurut Herry,  untuk saat ini kenapa  Muhammadiyah ingin mendirikan Bank, karena berbicara struktur Muhammadiyah hari ini, yakni penguatan ideologi. Terlihat dari penggalan dalam mars Muhammadiyah, yaitu Islam agamaku, Muhammad junjunganku, dan Muhammadiyah gerakanku. “Yang harus terus diperkuat adalah semangat gerakan tajdid, karena bisa mengaplikasikan ajaran Islam secara aktual sesuai dengan perkembangan zaman,” ucap Herry.

Herry mengungkapkan bahwa data demografi warga Muhammadiyah saat ini dalam bidang Ekonomi, mengalami penurunan, dibandingkan pada masa awal berdirinya Muhammadiyah.

Untuk langkah terkini, MEK PP Muhammadiyah  akan bergerak cepat, secara organisatoris, yaitu dengan membuat konsep yang tidak berdiri sendiri, yang nantinya bisa terkonsolidasi dengan baik. “Kemudian pendidikan kewirausahaan akan  masuk ke sekolah-sekolah Muhammadiyah,dan juga mubaligh Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai pusat-pusat ekonomi, dan memberikan semangat enterpreneur,” terang Herry.

"Intinya saya berharap kebangkitan kesadaran ekonomi adalah keniscayaan yang dibutuhkan saat ini, jika tidak, maka kita hanya akan membicarakan masyarakat yang terpinggirkan, tanpa ada aksi nyata," tegas Herry. (M Fathi Djunaedy)

Shared:
Shared:
1