Manhaj Muhammadiyah: Pembaharuan dan Pengembangan Dakwah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 01 Juni 2017 20:35 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL ‒ Tugas Manhaj Muhammadiyah dari berbagai aspek berkaitan dengan pembinaan Muhammadiyah yang berkaitan dengan konsolidasi dalam konteks pergerakan Muhammadiyah saat ini dan kedepan. Hal ini berkaitan dengan prinsip jalan terang dari sebuah nilai dan prinsip dengan konten yang telah ditentukan oleh manhaj tersebut.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashirmenjelaskan spirit dan manhaj merupakan hasil pleno PP Muhummadiyah, dan hal itu penting untuk dibahas karena masih terdapat beberapa orang yg beulm mengerti manhaj Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis (1/6).

Haedar menyampaikan bahwa manhaj merupakan suatu prinsip dari beberapa hal, diantaranya adalah pertama, segmen pikiran-pikiran mendasar dari pendiri Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan. Dimana hal tersebut menjadi sumber inspirasi yang menjadi otentik adalah 7 falsafah pelajaran KH Dahlan yang dihimpun oleh KH. Hadjid.

Kedua, yaitu 17 pokok ajaran Al-Quran yg diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan. Ketiga, Pidato KH Dahlan tahum 1921 dan diberi judul tali pengikat hidup. Dan terakhir, adalahbuku KH Sudja yang berjudul Jejak perjuangan KH Dahlan.

Kemudian, Haedar juga menambahkan keempat hal tersebut merupakan dasar manhaj Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan yang menerjemahkan Arruju' ilal Quran wa sunnah, yang menjelaskan secara spesifik tentang beberapa hal yaitu perilaku sholeh dan pemikiran spiritual yang merujuk pada Al-Ghozali.

“Dari semua itu dapat disimpulkan bahwa pemikiran KH Ahmad Dahlan adalah melompat dari proses pembaharuan di dunia Islam. Dimana terdapat sisi kulturan dalam pendekatan KH Ahmad Dahlan,” tegas Haedar.

Disamping itu, Haedar juga menambahkan bahwa manhaj Muhammadiyah adalah manhaj yang membaharui dengan jenis karakter aslinya untuk mengemban dakwah. (tuti)

Shared:
Shared:
1