Haedar Sampaikan 4 Pokok Utama Manhaj Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 01 Juni 2017 20:12 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID., BANTUL – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan spirit dan manhaj Muhammadiyah menjadi pembahasan dan merupakan hasil dari sidang pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Manhaj Muhammadiyah sangat penting dibahas karena masih banyak warga Muhammadiyah yang belum paham. Selain itu manhaj merupakan hal prinsip dalam pandangan keorganisasian Muhammadiyah,” ucap Haedar.

“Ada 4 point yang menjadi pokok utama dalam manhaj Muhammadiyah, yaitu: segment pokok pikiran KH. Ahmad Dahlan, 17 ajaran pokok Al-Quran yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan, Pidato KH. Ahmad Dhalan pada tahun 1921, dan Buku KH Sudja berjudul Jejak perjuangan KH Ahmad Dahlan,” ungkap Haedar pada acara Pengajian Ramadhan 1438 H  PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (1/6).

Segmen pikiran-pikiran, lanjut Haedar, mendasar dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menjadi sumber inspirasi dalam melahirkan 7 falsafah pelajaran KH. Dahlan yang dihimpun oleh KH. Hadjid.

Selain itu, Haedar menjelaskan poin kedua adalah 17 pokok ajaran Al Quran yang diajarkan oleh KH Dahlan.

Poin ketiga, lanjut Haedar, Pidato KH Dahlan pada tahun 1921 dan diberi judul tali pengikat hidup menjadi pokok dasar dalam merumuskan Manhaj Muhammadiyah.

“Pokok keempat adalah merujuk pada buku KH Sudja yang berjudul Jejak perjuangan KH Dahlan, jadi keempat hal ini merupakan dasar manhaj Muhammadiyah,” terang Haedar Nashir.

Haedar juga menjelaskan bahwa pikiran-pikiran Muhammadiyah tersebut melahirkan pranata modern, yaitu: pengembangan pendidikan yang mirip seperti langkah Syaikh Muhammad Abduh, gerakan sosial modern yang terinspirasi dari gerakan Al-Ma’un, dan gerakan perempuan yang melahirkan ‘Aisyiyah.

Di akhir sesi pidato Iftitah, Haedar Nashir memberikan kesimpulan bahwa pemikiran KH Dahlan melompat dari proses pembaharuan di dunia Islam. “Manhaj Muhammadiyah adalah manhaj yang membaharu, karakter aslinya adalah mengemban dakwah,” pungkas Haedar. (nurwahid)

 

Shared:
Shared:
1