Nasyiatul Aisyiyah Perjuangkan Hak Kaum Perempuan Penyandang Disabilitas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 31 Mei 2017 05:19 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Perempuan penyandang disabilitas biasanya mengalami diskriminasi berlapis. Diskriminasi ganda semakin berat jika mereka berasal dari kalangan miskin dan kelompok masyarakat etnis dan bukan mayoritas.

Dikatakan Diyah Puspitarini Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) diskriminasi ganda yang menimpa perempuan penyandang disabilitas disebabkan oleh perilaku kultural, praktik dan tafsir agama serta sistem di masyarakat.

“Penyandang disabilitas sulit mendapatkan hak-hak pendidikan dan pekerjaan. Bahkan lebih memprihatinkan lagi rentan mengalami kekerasan seksual, seperti pemerkosaan,” ungkap Diyah, Selasa (30/5) dalam diskusi dengan tema "Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Anak Berkebutuhan Khusus" bertempat di Aula Kantor PP Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan 103, Yogyakarta.

Diyah menyampaikan bahwa Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah telah melakukan pendampingan terhadap perempuan disabilitas korban kekerasan seksual di Pakem Sleman Yogyakarta. Pendampingan dilakukan bersama LBH Aisyiyah Solo dan SIGAB.

Diskusi yang menghadirkan pembicara Ro’fah Makin dan Lutfi Al Ghazali ini untuk menindaklanjuti apa yang telah dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah dalam pendampingan terhadap perempuan disabilitas.

Diskusi ini dihadiri oleh pimpinan Nasyiatul Aisyiyah wilayah, daerah dan cabang serta praktisi disabilitas di beberapa institusi dan akademisi serta perempuan penyandang disabilitas.

Diyah juga menyampaikan dalam diskusi tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya equal acces di bidang pendidikan untuk penyandang disabilitas mendapatkan hak-hak kespro. Dan menyerukan hak penyandang disabilitas untuk memiliki derajat yang sama baik perlakuan yang adil, perlakuan tindakan kekerasan seksual yang adil.

“Masyarakat harus dapat berperan aktif memberikan perlindungan terhadap kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan disabilitas,” tegas Diyah.

Nasyiatul Aisyiyah yang memiliki tagline gerakan perempuan muda berkemajuan, memberikan perhatian khusus kepada perempuan dengan penyandang disabilitas. “Penyandang disabilitas merupakan bagian dari kaum mustadz'afin yang harus diperjuangkan secara hak dan kewajiban,” pungkas Diyah. (adam)

Shared:
Shared:
1