Imam Palestina Ajak Warga Muhammadiyah Gemakan Solidaritas Sesama Muslim

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 29 Mei 2017 16:07 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOREJO - Masjid Darussalam Kutoarjo pada Sabtu (27/5) ramai dipenuhi ratusan  jamaah hingga halaman masjid yang akan mengikuti rangkaian iftar buka bersama dan shalat tarawih berjamaah bersama Syekh Hussam Taher Mohammad El Zogher yang berasal dari Palestina. Disampaikan oleh Moh. Mansur Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kutoarjo bahwasanya agenda ini merupakan kegiatan yang bekerjasama dengan Syam Organizer dalam mengkoordinasikan setiap persiapan hingga pelaksanaannya.

 “Dengan agenda ini diharapkan kita semua dapat mendapatkan ilmu dari yang disampaikan oleh syekh serta mendapatkan informasi perkembangan kondisi di negeri Syam,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan iftar dan tarawih bersama Imam Palestina ini dimulai dengan ceramah sebelum buka bersama. Dalam penyampaiannya ceramahnya, Hussam mengatakan bahwasanya umat Islam itu satu dengan Illah Tuhan yang sama tentunya.

“Umat Islam yang satu dengan yang lainnya itu ibarat satu tubuh badan. Apabila satu bagian tubuh sakit, maka bagian yang lainnya akan merasakan sakit pula atau demam dikarenakannya. Dengan penciptaan Allah manusia dalam berbagai macam; ada yang kuat baik sehat dan ada pula yang lemah jelek sakit. Tujuan hal tersebut untuk menguji bagaimana tingkatan keimanannya dengan kepedulian terhadap sesamanya,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan berbagai tingkatan strata sosial yang berbeda-beda, umat muslim diharapkan dapat saling membantu, salah satunya melalui zakat, infaq dan shadaqah yang diambilkan dari yang berkecukupan disampaikan untuk bagi yang berhak.

“Terlebih lagi pada bulan Ramadhan saat ini keberkahan yang dijanjikan akan berlipat ganda hingga 700 kali lipat untuk setiap amal yang dikerjakan tersebut. Selain itu juga dengan sadaqah ini dapat menghindarkan diri dari su`ul khotimah,” ucapnya.

Hussam turut mengajak solidaritas umat Islam di Indonesia dan terutama masyarakat Purworejo khususnya untuk peduli terhadap kondisi umat Islam yang berada di Palestina dan sekitarnya. Untuk turut empati merasakan bagaimana kehilangan saudara, rumah tinggal, harta benda dan yang lainnya karena diusir dari tanah kelahirannya. Bagi yang tidak dapat ikut berjihad bisa membantu dengan harta bendanya seolah-olah semuanya itu milik kita.

“3 pesan yang terpenting yaitu untuk shalat tepat pada waktu berjamaah, menjaga qiroatul quran dan dengan infaq sadaqah kita. Barang siapa yang memberikan sadaqah untuk yang berjalan berjihad di jalan Allah seperti turut membantu buka puasa, sahur dan yang lainnya. Akan mendapatkan balasan seperti apa yang dibantukan kepada orang yang berjihad di jalan Allah tersebut, ”pungkasnya.

Kontributor: Akhmad Musdani

 

Shared:
Shared:
1