Milad ke 88 Tahun Nasyiatul Aisyiyah Membawa Spirit Baru Bagi Perempuan Muda Berkemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 26 Mei 2017 15:48 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Nasyiatul Aisyiyah (NA) sebagai gerakan perempuan muda Muhammadiyah telah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu kiprahnya yaitu berkomitmen dalam mencerdaskan perempuan-perempuan Indonesia, baik dalam pendidikan formal maupun informal.

NA yang telah menginjak usia 88 tahun ini menurut Diyah Puspitarini Ketua Umum Pimpinan Pusat NA memiliki spirit baru bagi kaum perempuan muda Indonesia. “NA telah merancang program-program penting, yang dimana program ini tidak hanya menyasar bagi kalangan internal NA, tetapi juga membuat program yang meranah dalam membantu kaum mustadafin, salah satunya dengan memberikan pendampingan dan juga melakukan advokasi terhadap masyarakat yang  menjadi korban kekerasan perempuan dan anak,” terang Diyah, Jumat (26/5) dalam Tasyakuran Milad NA ke 88 yang diselenggarakan di Auditorium Universitas ‘Aisyiyah (Unisa).

Diyah juga menyampaikan bahwa saat ini NA diseluruh Indonesia telah menggagas kampanye anti kekerasan perempuan dan anak. “34 Pimpinan Wilayah NA, dan 362 Pimpinan Daerah NA tengah melakukan kampanye anti kekerasan perempuan dan anak, kampanye ini dilakukan karena Indonesia tengah menghadapi darurat kekerasan perempuan dan anak,” ungkap Diyah.

Tidak hanya kekerasan seksual,saat ini  kekerasan terstruktur tengah marak terjadi di Indonesia.”NA harus menjadi barisan terdepan untuk kaum perempuan muda berkemajuan, memimpin, dan juga mengajak seluruh warga Indonesia untuk sadar dan berhenti melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegas Diyah.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini mengatakan KH Ahmad Dahlan dan Nyai Dahlan sejak awal mendirikan dan mendesain organisasi perempuan Muhammadiyah telah sesuai dengan ajaran islam. “Organisasi perempuan Muhammadiyah di desain KH Dahlan tidak hanya fokus pada aspek tertentu, melainkan masuk ke ranah segala aspek, diantaranya yaitu menjadi guru yang profesional, dan juga menjadi politisi profesional,” ungkap Noor.

Dalam kesempatan tersebut Noor juga berpesan agar kader-kader NA juga memasuki ranah wirausaha. “ Dan tidak kalah pentingnya kader NA harus menjadi kader persyarikatan yang istiqamah untuk berjuang memajukan persyarikatan melalui seluruh aspek dakwah,” pungkas Noor.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto, Tokoh Muhammadiyah Muchlas Abror, Anggota DPR RI Hanafi Rais, dan Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo. Dalam kesempatan tersebut turut dideklarasikan 10 pilar keluarga muda tangguh NA, dan juga komitmen kader NA. (adam)

Shared:
Shared:
1