Bom Manchester, PCIM Inggris: Tindakan Itu Tidak Dapat Dibenarkan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 25 Mei 2017 18:05 WIB

LEEDS, INGGRIS, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Kejadian Serangan Bom sebelumnya juga terjadi di Manchester Arena, Kota Manchester, Inggris, pada Senin (22/5) malam waktu setempat yang dipicu bom bunuh diri.

Sebelumnya Kedutaan Besar RI di London, Inggris bergerak untuk memastikan keselamatan warga Indonesia di Manchester usai serangan yang menewaskan 22 orang, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI London, Rabu (24/5).

Duta Besar RI untuk Inggris Rizal Sukma mengatakan KBRI telah mengirim dua staf menuju Manchester untuk memeriksa keadaan WNI. KBRI London menyebutkan 59 korban luka dilaporkan dibawa ke delapan rumah sakit di seantero Manchester.

Menurut Rizal, kedua staf KBRI juga telah berkoordinasi dengan polisi Greater Manchester dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). KBRI London sejauh ini tidak mendapati adanya WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Namun, para WNI di Inggris diimbau menghindari daerah kejadian dan wilayah keramaian.

"KBRI mengecam tindakan teror di Manchester. WNI telah diimbau menghindari daerah kejadian dan daerah-daerah keramaian dan diminta mengikuti info resmi pihak kepolisian dan twitter KBRI London," ucap Dubes Rizal, yang juga Mantan Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri PP Muhammadiyah periode 2010-2015 ini.

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Inggris, Zain Maulana mengatakan setuju dengan pernyataan dari muslim council  dan KBRI London bahwa tindakan itu tidak dapat dibenarkan. “Siapapun yg terlibat dengan aksi kemarin silahkan diproses secara hukum yang berlaku di UK (Kerjaan Inggris),” ujarnya kepada redaksi website Muhammadiyah.or.id, Rabu (24/5).

“Memang sejak kejadian kemarin, banyak teman-teman yang khawatir namun hingga saat ini alhamdulillah tidak ada tindakan rasisme yang berlebihan. Teman-teman hanya diminta untuk menghindari tempat-tempat umum yang dirasa rawan akan terulangnya kejadian yang sama”, tambah pria yang sedang menempuh studi PhD Politics and International Studies di University of Leeds.

Zain juga menambahkan bahwa sebetulnya masalah Islamophobia memang jadi isu yang terus jadi perhatian kelompok-kelompok muslim di Inggris. “Mereka terus berusaha untuk melakukan counter. Berusaha menunjukkan bahwa Islam itu damai dan bersahabat dengan kelompok mana saja termasuk di luar Islam,” pungkasnya.  (dzar)                

Shared:
Shared:
1