Ketum PP Muhammadiyah: Momentum Kebangkitan Nasional, Keutuhan Bangsa dan Negara Perlu Pengorbanan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 23 Mei 2017 14:15 WIB

BANTUL, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Momentum Hari Kebangkitan Nasional menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir harus dimaknai sebagai hal yang fundamental, jangan hanya dihayati sebagai hal yang simbolik atau artifisial saja.

“Sekarang ini kan banyak nalar keblinger. Banyak logika-logika yang berkembang yang perlu diluruskan. Tentang kehbinekaan, NKRI, Pancasila dan UUD 1945. Sekarang dalam era kebangkitan nasional harus dimaknai secara fundamental, bukan dalam arti yang simbolik dan artifisial,” kata Haedar saat ditemui redaksi website muhammadiyah.or.id di kediamannya, Paleman, Taman Tirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (20/5).

Haedar menjelaskan bahwa keutuhan bangsa dan negara ini harus bergantung pada berkorban untuk saling berbagi. “Harus ada kesediaan untuk berkorban untuk seluruh anak bangsa,” kata dia.

Kepada para pemimpin bangsa, Haedar berpesan harus saatnya menyerap dan menyosialisasikan nilai-nilai mendasar tentang kehidupan kebangsaan.

“Para pemimpin harus memberikan value. Kenapa sih kita harus berkehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Haedar.

“Yakni untuk Indonesia ini menjadi negara yang merdeka, adil, makmur, bersatu, dan berdaulat. Kita punya dasar ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial,” tambah pria Kelahiran Bandung, 25 Februari ini.

Jika nilai-nilai itu tidak dihayati oleh para pejabat negeri, pemimpin bangsa dan para tokoh ini akan menjadi perebutan kepentingan politik. Kalau sudah perebutan kepentingan politik biasanya akan mengorbankan hal yang besar itu. “Jadi dua nilai ini harus menjadi acuan dalam berbangsa dan bernegara”, pungkas Haedar. (dzar)                     

Shared:
Shared:
1