Kader IMM Harus Mampu Hadirkan Gagasan Solutif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 21 Mei 2017 15:32 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA - Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman menyampaikan bahwa IMM memiliki peran sebagai pelopor gerakan dakwah Muhammadiyah. IMM diharapkan dapat merefleksi gerakan Muhammadiyah, yang tak ayal terjebak dalam rutinitas.

“IMM harus mampu melahirkan gagasan-gagasan solutif. Sehingga Muhammadiyah tidak terjebak dalam rutinitas,” kata Pedri saat menjadi pemateri dalam sesi dialog rangkaian Musyawarah Cabang IMM Jakarta Timur, yang bertempat di Kampus FFS UHAMKA, Jakarta Timur, Sabtu (20/5).

Pedri juga menegaskan bahwa IMM merupakan bagian penting bagi dakwah Muhammadiyah. Sebagai gerakan intelektual, IMM harus fokus di jalur cendekiawan. Selain itu, kata Pedri, IMM harus kreatif dan dinamis, tidak terjebak dalam rutinitas atau program yang hanya mengulang setiap periodenya.

“IMM harus tetap berpijak pada identitasnya, enam penegasan, yang menjadi dasar perjuangan IMM harus dilakukan,” ujarnya.

Kepada para kader, khususnya di tataran komisariat, Pedri berpesan agar tetap menghidupkan dan menggiatkan gerakan atau tradisi intelektual. Hal itu penting dilakukan untuk menanamkan sifat cendekiawan kepada diri kader.

 “Membaca, berdiskusi, dan menulis harus menjadi fokus gerakan di akar rumput. Hal itu untuk menghidupkan gerakan IMM, mengasah nalar, dan menajamkan pemikiran kader,” kata Pedri.

Dalam kesempatan itu juga hadir Idris Firmansyah, alumnus IMM Jaktim yang juga dosen di Stikom Muhammadiyah Jayapura, Papua. IMM, kata Idris, saat ini mengalami perubahan signifikan dan lebih bertumpu pada kearifan lokal masing-masing daerah. Maka, kata dia, perkaderan dalam IMM menjadi sesuatu yang sangat penting.

Menurut Idris, dalam proses penanaman ideologi, trilogi ikatan (keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan) adalah pondasi pembentuk kepribadian kader IMM. “Tentunya, kaderisasi juga menjadi salah satu jalan penting untuk mewujudkan cita-cita IMM dan Muhammadiyah,” tegasnya.

M Ihsan, ketua bidang organisasi PC IMM Jaktim menjelaskan bahwa muscab ini merupakan musyawarah tertinggi IMM di tataran pimpinan cabang. “Oleh karenanya, mari kita jadikan momentum ini untuk mengevaluasi kinerja dan melakukan pembenahan,” ujar Ihsan.

Ihsan juga menjelaskan, gerakan IMM harus bersinergi dengan ortom atau AMM dan pimpinan Muhammadiyah setempat, dalam hal ini PDM Jaktim.

Sementara itu, Ketua PC IMM Jaktim Ahmad Sholeh mengatakan, gerakan IMM merupakan sayap dakwah Muhammadiyah. “Momentum muscab ini harus menjadi ruang bagi segenap elemen IMM Jaktim untuk merumuskan rencana strategir dan gagasan untuk membangun IMM Jaktim ke depan,” ucapnya.

Musyawarah cabang IMM Jakarta Timur kali ini mengangkat tema “Momentum Evaluasi: Menggali Nilai Ikatan dalam Membangun Sinergitas Gerakan”. Muscab ini dihadiri oleh kader IMM se-Jakarta Timur, PDM Jakarta Timur, dan dibuka oleh DPD IMM DKI Jakarta.

Kontributor: Ahmad Sholeh

 

Shared:
Shared:
1