Buka Pagelaran Wayang PRM Tamantirto, Haedar: Muhammadiyah Tidak Anti Budaya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 21 Mei 2017 06:45 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Sambut bulan suci Ramadhan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto menggelar pagelaran seni dan dakwah dengan wayang kulit yang dimainkan oleh Ki Seno dengan cerita Wahyu Makutharama “Hasta Brata”.

Acara yang digelar pada Sabtu (20/5) malam bertempat di Halaman Masjid Husnul Khatimah dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Dalam sambutannya Haedar mengatakan bahwa selama ini banyak orang beranggapan bahwa warga Muhammadiyah itu tidak menyukai wayang, maupun pagelaran budaya lainnya.

“Dan anggapan tersebut dibantahkan dengan adanya pagelaran wayang oleh PRM Tamantirto ini,” ungkap Haedar.

Muhammadiyah, lanjut Haedar tidak anti budaya, Muhammadiyah justru mendukung, dan menghargai kebudayaan. Bahkan sejak tahun 2002 Muhammadiyah telah meluncurkan dakwah kultural.

“Dakwah kultural itu sendiri yaitu Muhammadiyah dalam berdakwah memadukan antara islam dan kebudayaan dengan cara  bil hikmah wal mau'idhotil hasanah wa jadilhum bil lati hiya ahsan,” terang Haedar.

Menanggapi kisah tentang Hasta Brata  yang dipilih pada pagelaran wayang kali ini, Haedar mengatakan kisah tersebut merupakan daur ulang dari dua tokoh yaitu Ramayana dan Barakayuda, yang dalam kisah ini menyampaikan 8 wejangan ajaran laku dari Srikesna untuk Arjuna.

“Agar pemimpin dapat memimpin dengan mumpuni, maka dia harus dapat meneladani watak dan tugas yang tercermin dalam ajaran Hasta Brata.  Hasta Brata adalah simbol alam semesta,” terang Haedar.

Salah satu dari kedelapan simbol tersebut yaitu matahari. “Muhammadiyah itulah yang disebut dengan matahari, sehingga layak bagi Muhammadiyah dan juga masyarakat Indonesia secara keseluruhan untuk saling menyinari anak bangsa,” pungkasnya. (adam)

 

 

Shared:
Shared:
1