Kapolri Tito: IMM Merupakan Bagian Elemen Terpenting Pemuda dan Mahasiswa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 20 Mei 2017 17:27 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MEDAN – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mengadakan Seminar Nasional pada Rabu (17/5) di Aula Asrama Haji Medan  dengan mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam memperkokoh kebhinekaan dan kebangsaan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI”. Seminar tersebut diisi oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian, Kapolda Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara.

Ketua Umum DPP IMM, Taufan Putra Revolusi Korompot menyampaikan bahwa IMM dan kepolisian merupakan mitra strategis dalam rangka menciptakan stabilitas dalam negeri yang dikomandoi oleh kepolisian.

"Kehadiran Bapak Kapolri di sini menunjukkan bahwa kepolisian berkomitmen untuk meneguhkan rasa kebhinekaan dan kebangsaan yg selama ini sedang terusik. IMM akan berjuang sekuat tenaga melawan segala bentuk tindakan yang mengancam kebhinekaan tersebut," ujar Taufan.

Sementara Kapolri dalam paparannya mengungkapkan bahwa IMM merupakan elemen terpenting pemuda dan mahasiswa.

"Rasa kebhinekaan dan kebangsaan kita saat ini sedang menghadapi ujian, karenanya polri mengajak kepada IMM untuk bergandeng tangan dan menyamakan persepsi demi keutuhan NKRI. Segala bentuk perbedaan yg ada harus disingkirkan dan kira harus mengedepankan persatuan, saya berpandangan NKRI ini ditopang oleh 3 kelompok besar, TNI/Polri, Nasionalis, dan Islam dalam hal ini dikomandoi oleh NU dan Muhammadiyah.

Karenanya, selama masih ada Muhammadiyah, yang di dalamnya juga terdapat IMM, maka keutuhan NKRI akan tetap terjaga. Karenanya IMM merupakan elemen penting di kalangan mahasiswa dalam rangka menjaga kebhinekaan, memperteguh rasa kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI," pungkas Tito.

Di ujung acara ini, DPP IMM juga memberikan petisi 8 kepada Kapolri yg berjudul "Penegakan hukum menuju Indonesia berdaulat". Petisi ini merupakan seruan IMM kepada Kapolri untuk menegakkan hukum secara adil, humanis, profesional dalam kerangka hak asasi manusia. (nisa)

Kontributor: Syahrul Amsari

Shared:
Shared:
1